Anggota DPR: Isu Papua Harus jadi Momentum Penyadaran Bahaya Rasisme

Kamis, 5 September 2019 11:42 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Anggota DPR: Isu Papua Harus jadi Momentum Penyadaran Bahaya Rasisme Konser Masyarakat Papua di CFD. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Polisi menetapkan 3 tersangka atas insiden pengepungan Asrama Mahasiswa Papua, di Surabaya. Anggota Komisi I DPR Charles Honoris menilai kasus tersebut harus menjadi pelajaran bagi semua anak bangsa soal bahaya rasisme dan diskriminasi etnis.

"Hal ini harus menjadi momentum untuk menggugah kesadaran kita semua tentang bahaya rasisme. Dan bahwa diskriminasi terhadap ras dan etnis bukan saja salah secara moral, tetapi juga memiliki sanksi hukum yang tegas bagi para pelakunya," kata Charles melalui keterangan tertulis, Kamis (5/9).

Dia menegaskan, perilaku diskriminasi terhadap ras dan etnis adalah sikap yang tidak dapat ditolerir dengan alasan apapun. Charles mendukung polisi menindak tegas pelaku kasus rasial dan ujaran kebencian di asrama mahasiswa Papua Surabaya.

"UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis memberikan perlindungan kepada warga negara dari perilaku diskriminatif oleh siapapun," tegasnya.

Menurutnya, pemerintah mengupayakan penghapusan segala bentuk diskriminasi, baik itu berdasarkan ras, suku atau agama. Apalagi, Indonesia adalah negara yang penduduknya sangat beragam, sehingga penyebaran kebencian dan perilaku diskriminatif terhadap ras, etnis dan agama, sangat membahayakan keutuhan NKRI.

Oleh karena itu, kata dia, penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang melakukan tindak diskriminasi maupun menyebarkan kebencian harus dilakukan secara konsisten dan tanpa pandang bulu.

"Penegakan hukum terhadap segala bentuk diskriminasi juga harus dilakukan tanpa menunggu adanya gejolak di tengah masyarakat," imbuh Charles.

Politikus PDIP ini juga menyarankan pemerintah menggandeng elemen masyarakat untuk mensosialisasikan bahaya sikap rasisme dan ancaman pidananya.

"Bahwa tidak ada perbuatan rasis yang terlalu kecil, sehingga tidak mempunyai konsekuensi hukum atasnya," tandas dia. [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini