Anggaran Pencegahan Capai Rp1,4 Miliar, Penderita DBD di Tangsel Malah Naik

Rabu, 11 Maret 2020 09:31 Reporter : Kirom
Anggaran Pencegahan Capai Rp1,4 Miliar, Penderita DBD di Tangsel Malah Naik Fogging cegah DBD. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Dari tahun ke tahun, pasien penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tangerang Selatan, terus meningkat. Padahal, alokasi anggaran pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dan tidak menular yang dikelola Dinas Kesehatan Tangsel terus ditambah.

Dinas Kesehatan Kota Tangsel berdalih, peningkatan pasien DBD di tahun 2020 ini, karena kondisi alam dan cuaca yang kurang bersahabat. Selain, rendahnya kesadaran akan kebersihan lingkungan dan pembasmian nyamuk dengan 3M.

"Kita ada Jumantik (juru pemantau jentik) dengan program satu rumah satu jumantik. Leadingnya di kecamatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Deden Deni di kantornya, Selasa (10/3).

Menurutnya, dengan hadirnya Jumantik di setiap lingkungan rumah tinggal warga Tangsel, maka pelaksanaan kegiatan pencegahan dan penanggulangan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aides aegepty menjadi lebih terarah.

"Kalau kita lihat ini cuaca masih tidak menentu.Justru dengan ada Jumantik, DBD di kita menurun, coba kalau tidak ada. Itu karena jumantik berjalan," tegas Deden.

Baca Selanjutnya: Sementara berdasarkan informasi dokumem pelaksana...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Penyakit DBD
  3. DBD
  4. Demam Berdarah
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini