Angelina Sondakh, Puteri Indonesia berakhir di jeruji besi

Sabtu, 21 Maret 2015 10:00 Reporter : Siti Nur Azzura
Angelina Sondakh, Puteri Indonesia berakhir di jeruji besi Vonis Angie. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Nama lengkapnya Angelina Patricia Pinkan Sondakh atau kerap disapa Angie. Sosok anak dari pasangan Lucky Sondakh dan Sjul Kartina Dotulong ini mulai dikenal masyarakat ketika dia menjadi pemenang kontes kecantikan Puteri Indonesia pada 2001.

Karirnya diawali saat dia ikut gelaran serupa di tanah kelahirannya, Manado, Sulawesi Utara. Dia menyabet gelar ajang kontes kecantikan berbeda tiga tahun berturut-turut. Yakni Miss Novotel Manado pada 1999, dan setahun kemudian menjuarai ajang Miss Novotel Indonesia, di tahun berikutnya berhasil terpilih menjadi Puteri Indonesia tingkat Sulawesi Utara 2001. Di tahun sama Angie berhasil menyabet gelar Puteri Indonesia.

Angie lantas menulis buku 'Kecantikan, Bukan Modal Utama Saya.' Dia ingin membuktikan kalau menang di kontes kecantikan tidak melulu cuma bermodal para aduhai. Angie membuktikan kemampuan intelektualnya dan dinobatkan sebagai Duta Orang Utan, Duta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan juga Duta Batik.

Bukan hanya itu, perempuan kelahiran Australia, 28 Desember 1977 ini juga sempat mencicipi dunia politik pada 2004. Dia lolos ke Senayan sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Partai Demokrat. Kiprahnya di dunia politik makin mantap setelah Angie dilantik menjadi pengurus DPP KNPI periode 2008-2011, sebagai Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan.

Sayangnya, karir istri dari Almarhum Adjie Massaid ini harus berakhir pahit karena tersangkut kasus korupsi. Tidak tanggung-tanggung, Angie langsung didakwa menerima suap dalam pembahasan anggaran proyek-proyek Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Hal itu terkuak setelah Komisi Pemberantasan Korupsi membongkar kasus suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan. Setelah menjalani pemeriksaan dan persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, majelis hakim menyatakan Angie terbukti menerima suap. Dia terbukti sogokan Rp 2,5 miliar dan USD 1,2 juta atau setara dengan Rp 14,5 miliar. Mantan anggota Komisi X DPR ini akhirnya divonis 4 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp 250 juta. Padahal tuntutannya 12 tahun.

Setahun kemudian, Angie pun dipecat secara tidak hormat sebagai anggota DPR dan Politikus di partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Hingga saat ini, Angie masih menjalani masa hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan Pondok Bambu. Kabarnya dia menyibukkan diri dengan menjalankan salon di dalam penjara. Tetapi, Hakim Agung Artidjo Alkostar memutuskan menganulir putusan pengadilan tingkat pertama dan memutuskan menaikkan vonis Angie kembali menjadi 12 tahun, sesuai tuntutan jaksa. [ary]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini