Aneka kasus kelainan seks aneh di Indonesia yang berhasil diungkap

Senin, 23 April 2018 07:15 Reporter : Ramadhian Fadillah
Aneka kasus kelainan seks aneh di Indonesia yang berhasil diungkap Ilustrasi high heels. ©Shutterstock

Merdeka.com - Hubungan cinta antara Ryan (24), dan seorang remaja perempuan berinisial AWP (24) berakhir di tahanan polisi. Mereka putus karena Ryan ternyata seorang wanita bernama Ana. Selama ini dia menyamar sebagai pria.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan, Ana ditangkap setelah orangtua korban melapor ke Polresta Bandar Lampung. Dia ditangkap di kamar kosnya di Bandar Lampung.

Berdasarkan pemeriksaan, hampir dua bulan perempuan itu mengelabui pasangannya tersebut. Pelaku diketahui menjalin kasih dengan korbannya yang juga perempuan sejak awal Februari 2018.

"Jadi pelaku ini menyamar jadi cowok. Kemudian mengajak korban mengontrak rumah di Way Dadi Sukarame," jelas Kompol Harto Selasa kemarin di Mapolresta Bandar Lampung.

Untuk memuluskan aksinya, Ana bahkan sudah membuat buku nikah palsu yang ditempel foto dirinya dan korban.

Selama dua bulan melakukan hubungan layaknya suami istri. Korban merasakan ada keanehan pada pasangannya tersebut. Korban mengaku pelaku hanya melakukan pencabulan.

Kepada polisi, Ana mengaku memang memiliki kelainan seksual. Dia mengaku pernah mengalami pelecehan seksual. Ana juga mengubah identitasnya menjadi pria agar mudah mendapat pekerjaan.

Kasus Ryan alias Ana ini cuma satu, simak kasus-kasus aneh lainnya yang berhasil dibongkar:

1 dari 3 halaman

Komunitas seks swinger

swinger (Liputan6/Dian Kurniawan). ©2018 Merdeka.com

Polisi menggerebek sebuah hotel di Malang yang dicurigai menjadi tempat praktik seks tidak lazim. Dari laporan masyarakat, polisi menemukan ada kelompok grup WhatsApp 'Sparkling' yang isinya adalah pasangan suami istri yang kerap bertukar pasangan saat berhubungan intim.

Polisi juga mengungkap awalnya anggota kelompok ini melakukan semacam pemanasan dengan pasangan sah masing-masing. Namun setelah itu, mereka melakukan tukar menukar pasangan. Hal itu dilakukan dalam satu kamar hotel.

Dari pemeriksaan awal, polisi tak menemukan adanya praktik prostitusi atau motif uang dalam kegiatan ini. Para pelaku murni melakukannya untuk memuaskan fantasi seksual mereka.

THD yang menjadi tersangka kasus ini mengaku sudah melakoni praktik swinger sejak 5 tahun lalu.

2 dari 3 halaman

Pakaian dalam wanita untuk fantasi

celana dalam merah. ©odee.com

YAK (26) berhasil menyatroni delapan rumah kosong yang ditinggal oleh pemiliknya. Aneka barang berhasil digondol, seperti laptop, televisi, handphone, jaket bahkan uang tunai.

Anehnya, setiap beraksi pelaku juga menggondol pakaian dalam wanita yang ditemukan di rumah sasaran. Pria asal Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ini pun berhasil mengumpulkan puluhan pakaian dalam perempuan.

Dua kardus aneka pakaian dalam wanita, yang terdiri dari celana dalam dan BH ditemukan petugas saat penangkapan di tempat tinggal YAK. Ia juga tidak membantah kalau pakaian itu digunakan sebagai bahan fantasi gairah seksnya.

"Hanya dilihat-lihat, untuk fantasi saja," kata YAK ketika di Markas Polsek Singosari, Kabupaten Malang, Rabu (12/07).

YAK mengaku sudah memiliki istri, tetapi tidak dapat melepaskan hobinya mengoleksi pakaian dalam wanita. Ia selalu mengincar barang berharga milik kaum perempuan itu di sela mencari barang-barang mewah yang bisa dijual dan jadi uang.

3 dari 3 halaman

Main bertiga ibu hamil

hamil. shutterstock

Praktik prostitusi online kembali diungkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. Kali ini tersangkanya bernama Fitri (27), ibu muda yang tengah hamil tujuh bulan.

"Tersangka ini ditangkap 30 Oktober 2017. Dia diamankan karena juga menawarkan layanan seks threesome. Saat ditangkap korbannya maupun tersangka dalam keadaan telanjang, sedang melayani tamunya berada di dalam kamar nomor 302 hotel di Surabaya Selatan," kata Kompol Lily Djafa, Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kamis, 2 November 2017.

Fitri mematok harga Rp 700 ribu per dua jam. Upah ini dibagi dengan temannya. Dia mendapatkan Rp 300 ribu, sementara temannya mendapat Rp 400 ribu.

Saat gelar perkara di depan Gedung Anindita Polrestabes Surabaya, perut Fitri sudah tampak buncit. Dia mengaku menjual diri dan temannya karena alasan ekonomi. [ian]

Baca juga:
Terungkap, ini syarat bergabung dengan kelompok seks menyimpang Swinger
Polisi tangkap komunitas 'swinger' yang tukar menukar pasangan di hotel
Usai nonton film porno, pria ini bercinta dengan istri pakai terong dan timun
Polisi tangkap 4 pria pelaku BDSM sesama jenis, cambuk & rantai disita
Keluhkan kencing jongkok, bocah kelamin ganda ngebet minta disunat
Kisah Senji 7 tahun jalin cinta dengan boneka seks Saori

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini