Anang Hermansyah sebut Mendikbud tak paham demografi pendidikan

Rabu, 10 Agustus 2016 11:40 Reporter : Mohammad Yudha Prasetya
Anang Hermansyah sebut Mendikbud tak paham demografi pendidikan Anang Hermansyah. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Anggota Komisi X DPR RI dari fraksi PAN Anang Hermansyah, mengapresiasi sikap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang menarik rencana program full day school bagi siswa didik SD dan SMP. Anang menilai gagasan tersebut sulit diterapkan pada seluruh siswa di Indonesia yang memiliki kondisi berbeda masing-masing daerah.

"Saya mengapresiasi sikap Mendikbud yang menarik wacana full day school itu. Karena memang secara filosofis dan praktis, gagasan tersebut bermasalah," kata Anang di Gedung DPR RI Senayan, Rabu (10/8).

Anang berpendapat jika gagasan full day school itu merupakan bukti ketidakpahaman Mendikbud soal aspek demografi dunia pendidikan di Indonesia. Dengan sistem tersebut, Mendikbud berusaha memasukkan sudut pandang perkotaan kepada para siswa di seluruh Indonesia dengan kondisi yang berbeda-beda.

"Ide ini sangat bias kota. Menteri tidak paham kompleksitas masalah pendidikan kita, seperti soal kesenjangan yang luar biasa antar daerah di Indonesia," ujarnya.

Salah satu masalah utama dari gagasan tersebut adalah soal kesenjangan pendidikan di Indonesia. Hal ini meliputi timpangnya fasilitas infrastruktur, fasilitas penunjang, hingga sumber daya tenaga pengajar di tiap daerah.

Untuk itu, Anang menyarankan sebaiknya Mendikbud menindaklanjuti soal kurikulum 2013 (K-13) yang belum tuntas di era Anies Baswedan, karena hal itu dinilai mengandung visi-misi nawacita pemerintahan Jokowi-JK di bidang pendidikan.

"Apalagi sampai saat ini ada 10.985 desa yang belum memiliki SD. Semestinya Mendikbud berpikir keras soal ini dari pada melempar wacana yang tidak produktif di publik. Jangan mencari sensasi yang tidak perlu. Lebih baik menyelesaikan pekerjaan rumah yang menumpuk di depan mata," terangnya. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini