Analisis Pakar: Banten Rawan Gempa Karena Zona Prisma Akresi

Rabu, 19 Januari 2022 17:03 Reporter : Lia Harahap
Analisis Pakar: Banten Rawan Gempa Karena Zona Prisma Akresi Rumah Rusak Akibat Gempa Banten. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Wilayah Banten dianalisa sebagai daerah rawan gempa bumi tektonik. Menurut wilayah Banten rawan gempa bumi tektonik karena masuk dalam wilayah Prisma Akresi kondisi itu disebabkan Banten masuk wilayah Prisma Akresi.

Dia menjelaskan, Prisma Akresi merupakan wilayah yang rawan terjadi gempa bumi karena berada di atas pusat-pusat gempa. Wilayah ini merupakan kumpulan dari sesar-sesar naik atau sesar yang mengangkat akibat proses penumbukan atau penunjaman.

"Jika di Sumatera, Prisma Akresi ini muncul menjadi pulau, kalau di selatan Jawa belum membentuk pulau," kata Iyan dalam laman resmi Unpad yang dikunjungi di Bandung. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (19/1).

Kondisi itu mengakibatkan jika salah satu patahan menunjam ke bawah, maka di sisi satunya akan terangkat akibat proses penunjaman tersebut. Salah satu wilayah Indonesia yang berada di kawasan sesar akresi adalah Pulau Nias di Sumatera Utara.

Dia menambahkan, peristiwa gempa bumi yang terjadi akhir-akhir ini di selatan Jawa sebenarnya menjadi pengingat. Bahwa Indonesia berada pada kawasan lempeng yang terus bergerak. Pergerakan lempeng tektonik inilah yang menjadi pemicu terjadinya gempa bumi.

Indonesia berada pada batas-batas lempeng yang satu sama lain terus bergerak. Di sebelah barat, batas lempeng tersebut mulai dari sebelah barat Sumatera, lalu menerus ke selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Maluku.

2 dari 2 halaman

Meski titik gempa di selatan Jawa kerap berada jauh dari daratan, masyarakat di daratan perlu tetap waspada. Karena sesar aktif di daratan juga berperan mempercepat rambatan getaran akibat gempa di lautan.

"Hal ini yang menjadi faktor mengapa suatu gempa bumi bisa terasa hingga wilayah yang cukup jauh dari titik gempanya," katanya.

Maka dari itu, pengetahuan masyarakat akan mitigasi kebencanaan sangat harus diperkuat. Dampak minimnya pengetahuan mitigasi bencana akan berdampak fatal ketika bencana terjadi.

"Masyarakat yang ada di Pulau Jawa, khususnya, tidak bisa terhindar dari banyaknya peristiwa gempa bumi," tutup Iyan. [lia]

Baca juga:
Gempa Megathrust 8,7 Magnitudo Ancam Selatan Jawa, Begini Kata BMKG Bandung
Dampak Gempa M 6,6 Banten: 3.078 Rumah Hingga 51 Sekolah Rusak
Pantai Carita Dilanda Sepi Pasca Gempa Pandeglang
BMKG Sebut Rentetan Gempa Tiga Hari Terakhir Tak Berkaitan
CEK FAKTA: Hoaks, Peringatan Dini Tsunami di Pelabuhan Ratu

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini