Anak Menantu Santoso Tewas karena Bom Rakitan saat Kontak Tembak dengan Aparat

Selasa, 2 Maret 2021 15:55 Reporter : Ahmad Udin
Anak Menantu Santoso Tewas karena Bom Rakitan saat Kontak Tembak dengan Aparat Aparat kontak tembak dengan kelompok teroris Poso. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kontak tembak antara aparat keamanan dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso kembali terjadi, Senin (1/3) sekitar pukul 18.14 WITA di pegunungan Andole, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso. Dikabarkan, dua anggota MIT Poso tewas dan dari pihak aparat TNI satu orang gugur yang diketahui bernama Praka Dedi Irawan.

Hal ini disampaikan Kapolda Sulteng Irjen Polisi Abdul Rakhman Baso didampingi Danrem 132 Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf kepada awak media di Palu, setelah melihat korban di Instalasi jenazah Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palu, Selasa siang (3/2).

Rakhman menjelaskan, dua anggota MIT Poso yang jadi korban diperkirakan bernama Alvin alias Adam alias Mus'ab alias Alvin Anshori, berasal dari Banten, sedangkan satu korban lain diperkirakan Khairul alias Irul alias Aslam berasal dari Poso.

"Khairul alias Irul alias Aslam meninggal karena luka bakar yang disebabkan bom rakitan yang dipegang meledak, dia adalah anak menantu Santoso eks pimpinan MIT Poso," kata Rakhman Baso.

Saat kontak tembak diperkirakan terdapat empat DPO MIT Poso, dua berhasil ditangkap dan dua melarikan diri. Tim Satgas Madago Raya masih memburu di wilayah pegunungan andole, tambarana maupun wilayah Poso pesisir utara lain.

"Di TKP telah ditemukan ransel, amunisi tajam 9 butir, golok, GPS dan perlengkapan lain," pungkasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini