Anak BJ Habibie Merasa Belum Perlu Makam Ayahnya Dikerahkan Pengamanan Khusus

Minggu, 15 September 2019 15:15 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Anak BJ Habibie Merasa Belum Perlu Makam Ayahnya Dikerahkan Pengamanan Khusus Ilham Habibie Berziarah ke Makam BJ Habibie. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Putra pertama Presiden RI ke-3 RI, almarhum BJ Habibie, Ilham Akbar Habibie tidak khawatir dengan banyaknya warga yang ziarah ke makam ayahnya. Menurutnya, masyarakat yang datang masih kondusif.

"Saya kira ini kan tempat umum ya, selama ini tidak melihat gejala, misalnya mohon maaf ya kasarnya vandalisme, saya kira tidak," kata Ilham di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (15/8).

Menurutnya, semua orang menghormati tempat pemakaman yang identik dengan kesucian. Para warga yang datang pun bertujuan untuk ziarah dan bukan membuat kekacauan. Ia juga membebaskan masyarakat yang ingin berswafoto di tempat peristirahatan terakhir sang jenius Tanah Air.

"Jadi selama ini (masyarakat yang datang) masih seusai dengan norma-norma dan peraturan yang berlaku," ucap Ilham.

Ilham merasa tak perlu ada pengamanan khusus untuk menjaga makam ayahnya. Tetapi, dia menyerahkan ke pihak berwenang jika perlu ada pengamanan tambahan.

"Jadi saya kira tidak perlu pengamanan khusus, tapi kita lihat perkembangannya ya, tapi saya serahkan kepada otoritas kepada berwenang di sini," tandas Ilham.

Diketahui, kepergian BJ Habibie untuk selamanya pada 11 September 2019 lalu menuai rasa duka mendalam masyarakat Indonesia. Peristirahatan terakhirnya di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, juga ramai dikunjungi.

Banyak orang yang mengambil swafoto alias selfie di makan sang jenius Tanah Air ini. Tak sedikit, yang rela berdesakan demi sebuah foto bersama nisan mendiang BJ Habibie. Potret mengenai hal ini pun tersebar dan menjadi viral di media sosial, kemudian mengundang rasa prihatin, bahkan kemarahan warganet.

Terkait hal ini, Menteri Sosial Agus Gumiwang turun tangan. Dia menurunkan petugas keamanan, agar makam tersebut tidak hanya digunakan untuk melakukan swafoto (selfie) saja.

"Kita tempatkan dua orang satpam di samping makam selama sebulan untuk menjaga peziarah agar berziarah dengan berdoa dan mendoakan Pak Habibie, bukan hanya untuk berselfie-selfie dengan nisan," kata Agus saat dikonfirmasi, Minggu (15/9).

Dia menuturkan, ini bukan untuk mempersulit atau melarang warga berziarah ke makam Presiden ketiga Republik Indonesia itu. Ini dilakukan semata-mata, masyarakat yang ingin berdoa untuk almarhum tidak terganggu.

"Sekali lagi, kami tidak pernah mempersulit bagi peziarah yang ingin mendoakan Pak Habibie di sana, bahkan kami berharap agar masyarakat datang untuk mendoakan beliau," pungkasnya.

Sebelumnya, banyaknya masyarakat yang melakukan swafoto dan diunggah di media sosial, menjadi ramai perbincangan warganet. Fenomena ini ternyata mengundang rasa prihatin, bahkan kemarahan warganet. Pasalnya, mereka menilai hal ini tak layak dilakukan, apalagi di makam BJ Habibie yang merupakan seorang tokoh besar Indonesia.

Tak hanya di Instagram, pengguna Twitter pun miris melihat pemandangan ini. Mereka ada yang mengecam, tapi ada pula yang mencoba berpikir positif mengenai perilaku warga yang melakukan swafoto di makam almarhum. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini