Anak Baru Sembuh Covid-19 Bisa Divaksin Campak Rubela

Senin, 15 Agustus 2022 16:29 Reporter : Lydia Fransisca
Anak Baru Sembuh Covid-19 Bisa Divaksin Campak Rubela Vaksinasi Anak. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan anak yang baru sembuh dari Covid-19 dapat menerima vaksin campak rubela. Bahkan, satu hari setelah dinyatakan negatif Covid-19 bisa mendapatkan suntikan rubela.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta Ngabila Salama mengatakan, semua jenis vaksin rubela dapat diberikan kepada anak yang baru sembuh dari Covid-19.

"Jika ada yang Covid-19, satu hari sesudah sembuh pun bisa langsung disuntikan vaksin campak rubela. Pastikan anak sehat saat penyuntikan dan belum ulang tahun ke-5," kata Ngabila, Senin (15/8).

Ngabila menjelaskan, anak yang sedang menderita batuk dan pilek juga dapat menerima vaksin dalam kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

"Vaksin campak rubela aman, sehat, bermanfaat dan berkualitas," ucapnya.

Namun, bila anak sedang demam dengan suhu lebih dari 38 derajat, maka harus menunda vaksinasi. "Vaksin campak rubela aman, sehat, bermanfaat dan berkualitas," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Pemerintah telah membuat program prioritas untuk memberi vaksin gratis karena campak rubela sangat berbahaya bagi kesehatan anak. Seluruh provinsi serempak melakukan kampanye imunisasi campak rubela pada Agustus 2022 untuk menciptakan herd immunity anak.

BIAN merupakan upaya pencegahan agar tidak terjadi Kejadian Luar Biasa Penyakit-Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (KLB PD3I) dan akibat terjadi penurunan cakupan imunisasi rutin pada anak selama pandemi Covid-19.

Provinsi DKI Jakarta memiliki sasaran balita usia 9-59 bulan dengan imunisasi tambahan campak rubela tanpa memandang status imunisasi dalam menjalankan BIAN.

Selain itu imunisasi kejar bagi yang belum lengkap imunisasi polio oral sebanyak empat kali, polio suntik sebanyak satu kali, dan DPT-Hb-Hib (pentabio) sebanyak tiga kali.

"Manfaat BIAN dapat mencegah kesakitan dan kecacatan akibat campak, rubela, polio, difteri, pertusis (batu rejan), hepatitis B, pneumonia (radang paru) dan meningitis (radang selaput otak)," tandas Ngabila. [tin]

Baca juga:
Balita di Tangerang Diberi Obat Kedaluwarsa oleh Puskesmas, Begini Penjelasan Dinkes
Antusiasme Masyarakat Ikuti Bulan Imunisasi Anak Nasional
Ayah Punya Peran Penting Wujudkan Imunisasi Anak, Ini Penjelasan Gubernur Jatim
Anies Luncurkan Bulan Imunisasi Anak Nasional
Pemerintah Gelar Bulan Imunisasi Anak Nasional

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini