Amokrane Sabet ternyata punya paspor ganda dan tato soal jihad

Rabu, 4 Mei 2016 16:55 Reporter : Gede Nadi Jaya
Amokrane Sabet ternyata punya paspor ganda dan tato soal jihad Amokrane Sabet. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Amokrane Sabet, lelaki asing berbadan kekar mantan atlet tarung bebas, yang tewas usai diberondong peluru oleh polisi karena melawan saat akan dideportasi, masih terus dibicarakan. Kali ini bukan ulahnya kerap membikin onar semasa hidup, tetapi karena warga asing itu punya beberapa kejanggalan.

Lelaki berkepala gundul itu memiliki dua paspor, Prancis dan Aljazair. Tidak hanya itu, saat otopsi terungkap pada bagian lengannya terdapat tato tentang jihad. Namun, polisi belum berani memastikan apakah Amokrane terlibat kelompok radikal.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hery Wiyanto, membenarkan pasca kejadian polisi melakukan pra rekontruksi dan menggeledah isi vila ditempati Amokrane. Hasilnya, ditemukan dua paspor itu.

"Memang ada dua paspor, tetapi kita belum bisa pastikan apakah yang bersangkutan memiliki kewarganegaraan ganda atau bukan. Ataukah salah satu paspornya itu palsu atau bukan, kita juga belum tahu. Yang jelas, dia masuk ke Bali menggunakan paspor Prancis yang masa tinggalnya di Indonesia habis pada bulan September 2015 lalu," kata Hery di Denpasar, Rabu (4/5).

Hery menyatakan masih menggali petunjuk lain soal Amokrane.

"Sementara ini dari pemeriksaan pembantunya, dia hidup sendirian. Kita juga tidak menemukan bukti yang ada indikasinya kepada kelompok atau geng-geng tertentu. Untuk paspor dan tatonya itu masih kita selidiki," ujar Hery.

Dalam keterangan persnya, Kapolda Bali, Irjen Pol Sugeng Priyanto, menyatakan telah membentuk tim investigasi terkait kasus ini.

"Tim investigasi sudah dibentuk, terutama soal bagaimana sampai menyebabkan kematian terjadi pada salah satu anggota kami," kata Sugeng.

Amokrane yang berusia 49 tahun tewas saat akan ditangkap sejumlah polisi dan petugas Imigrasi, di Jalan Pantai Berawa, Banjar Tegal Gundul, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Senin (2/5) lalu. Kehidupannya selama dua tahun menetap di Bali kerap jadi bahan gunjingan. Selain sering membikin onar, dia juga selalu menantang petugas adat ketika mendata masalah kependudukan. Bahkan, dia pernah menyobek surat tilang dan menantang polisi berduel.

Selain mengancam warga dan turis asing di kawasan Seminyak, kabarnya Amokrane juga sering meneror. Dia beberapa kali kabur usai makan di restoran. [ary]

Topik berita Terkait:
  1. Amokrane Bule Onar
  2. Denpasar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini