Amien Rais: Mafia Apapun Ada Kedekatan dengan Menteri dan Jenderal

Selasa, 29 Januari 2019 13:13 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Amien Rais: Mafia Apapun Ada Kedekatan dengan Menteri dan Jenderal Amien Rais. ©2019 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menilai penguasa sejati di Republik ini layaknya kaum mafia. Amien juga memaparkan empat macam mafia menurut versinya.

Hal itu disampaikan saat diskusi bertema 'Jokowi Raja Impor'? di Seknas Prabowo-Sandi Jl HOS Cokroaminoto No 93, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/1) yang juga dihadiri Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjat Wibowo, Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli, Anggota DPR RI Azam Azman Natawijana dan Komisioner Ombudsman RI Alamsyah Saragih.

"Saya mulai berani menyimpulkan bahwa penguasa sejati dari republik kita ini, itu sampai batas sangat jauh adalah kaum mafia. Saya petakan ada empat macam mafia," kata Amien.

Pertama adalah mafia ecek-ecek. Amien mengatakan, mafia tersebut biasanya berada di tingkat kecamatan sampai kabupaten.

"Ini ada di pasar, ada di pabrik-pabrik, ada di parkiran dan lain-lain. Jadi daya rusaknya mafia ecek-ecek ini tidak begitu besar buat bangsa dan negara," ucap Amien.

Kedua adalah mafia kelas menengah yang ada di berbagai provinsi. Amien melihat mafia tersebut mempunyai jaringan untuk memaksakan kehendaknya dengan cara menekan para pejabat penting di level provinsi atau gubernur.

"Ketiga, mafia berskala nasional. Ini sudah enggak ketulungan. Apa yang enggak diterabas mafia ini. Ada garam, beras, daging, cabai, kedelai, segala macam. Para mafia ini membentuk kartel-kartel yang sesungguhnya mereka yang menentukan jalannya ekonomi nasional," lanjutnya.

Menurut Amien, mafia nasional tersebut tidak bisa langgeng atau eksis tanpa kerja sama dengan kekuasaan.

"Pasti mafia apapun ada kedekatan dengan menteri ini, menteri itu, jenderal ini, jenderal itu. Ini saya kira sebuah rahasia umum, bukan rahasia baru," ujar Amien.

Yang keempat adalah super mafia. Tipe ini, kata Amien, adalah konglomerat internasional dan korporasi internasional yang mendesak kemauannya ke berbagai bangsa dengan cara persis mafia. Contohnya, Membuat laporan palsu dan membantu pemilu sehingga prinsip adil, jujur, bebas tercederai.

"Kita tahu korporasi besar itu sesungguhnya super mafia. Mereka ini berkolusi dengan super mafia di negeri ini. Paling kuat dengan penguasa-penguasa tinggi dan tertinggi. Argumen saya, ada korelasi positif antara kekuasaan dengan korupsi. Semakin besar kekuasaan semakin tinggi korupsinya," ujar Amien.

Mantan Ketua MPR itu menambahkan, korupsi yang dahsyat berada di kekuasaan atau sekitar kekuasaan.

"Saya meramalkan kalau rezim ini ganti, insyaallah pejabat tinggi dan tertinggi akan kelihatan mereka supermafia," tambahnya.

Amien bercerita soal satgas pemberantasan mafia hukum di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang pernah berdiri dua tahun. Menurut Keppres, satgas tersebut bagus karena bekerja sama dengan KPK, kejaksaan, MA dan Polri. Namun di rezim saat ini mafia kerja sama dengan mafia.

"Di sini terjadi sebuah agak ironis. Mafia konsultasinya dengan mafia. Makanya satgas bubar. Sampai sekarang saudara kita ini jokowi tidak mampu. Bahkan mungkin pura-pura enggak tahu. Ini sudah sangat kritis," kata Amien.

"Mafia ini harus mulai di-cut pelan-pelan sayapnya supaya enggak ugal-ugalan. Kita memerlukan pemimpin baru yang tidak ada kaitan dengan mafia super dan nasional itu," tandas tokoh Reformasi itu. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Amien Rais
  3. Jakarta
  4. Muhammad Amien Rais
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini