Amankan audit e-KTP di BPK, Setnov taruh 'orang kuning'

Kamis, 22 Februari 2018 15:24 Reporter : Yunita Amalia
Amankan audit e-KTP di BPK, Setnov taruh 'orang kuning' Setya Novanto diperiksa KPK. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Sidang korupsi proyek e-KTP memunculkan fakta persidangan adanya upaya pengamanan audit e-KTP di badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Fakta tersebut terungkap saat jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan transkrip percakapan antara Johannes Marliem dengan Anang Sugiana Sudihardjo.

Pada percakapan yang terjadi pada Juli 2013 itu mencuat nama Agung yang merupakan anggota BPK. Masuknya Agung menjadi anggota BPK tak terlepas dari peran Setya Novanto, terdakwa korupsi e-KTP.

Bahkan dalam percakapan itu disebut Agung adalah 'orang kuning'. Namun demikian, tak dijabarkan maksud dari 'orang kuning' apa.

"Agung ini kuning benar ini sampai yang masukin itu si SN. Konteksnya apa? tanya Jaksa Abdul Basir mengonfirmasi percakapan Anang dengan Marliem, Kamis (22/2).

"Ya waktu itu kan mau diperiksa (KPK) diperiksa BPK juga," ujar Anang.

Diketahui, Setya Novanto sendiri didakwa oleh jaksa penuntut umum pada KPK memperkaya diri sendiri dan orang lain terkait proyek e-KTP. Mantan Ketua DPR itu didakwa memperkaya diri sendiri sebesar USD 7,3 juta. Tidak hanya itu, Novanto juga disebut menerima hadiah lainnya berupa jam tangan merek Richard Mille seri RM 011 seharga USD 135,000. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini