Alwi Shihab sebut larangan bercadar bukan anti Islam, tapi alasan keamanan

Jumat, 9 Maret 2018 13:56 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Alwi Shihab sebut larangan bercadar bukan anti Islam, tapi alasan keamanan Alwi Shihab dukung Jokowi. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Alwi Shihab meminta agar polemik terkait kebijakan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta melakukan pendataan terhadap mahasiswinya yang menggunakan cadar tidak terlalu dipersoalkan serius. Alwi menjelaskan larangan menggunakan cadar di kampus Islam bukanlah bentuk penolakan terhadap ajaran Islam.

"Saya kira jangan dipermasalahkan. Seakan-akan anti Islam. Islam itu adalah agama yang memperhatikan kemaslahatan. Jadi tahap universitas mungkin tidak tercermin itu dibiarkan. Tapi kalau maslahat pribadi silakan. Di mana-mana kita boleh pakai. Kita juga harus toleran menerima pendapat," kata Alwi di Istana Wakil Presiden, Jl Merdeka Selatan, Jumat (9/3).

Alwi yang juga Utusan Khusus Presiden Joko Widodo untuk Timur Tengah dan OKI menilai kampus Islam melarang memakai cadar karena alasan keamanan. Walaupun kata Alwi di luar negeri sudah ada peraturan hal tersebut lantaran keamanan.

Dia menjelaskan, Islam adalah agama yang mengajarkan umatnya untuk berpakaian sopan. Pengertian berpakaian berbeda-beda oleh sejumlah pihak. Terdapat perbedaan di beberapa negara yaitu Eropa dan Amerika. Menurut Alwi negara tersebut melarang memakai cadar lantaran keamanan.

"Saya kira kenapa kampus melarang, melarangnya kan hanya untuk menutup muka. karena apa, security, penyebabnya adalah keamanan," ungkap Alwi. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Larangan Bercadar
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini