Alvin Lim Diperiksa Polisi Terkait Pencemaran Nama Baik

Senin, 8 Juni 2020 16:04 Reporter : Nur Habibie
Alvin Lim Diperiksa Polisi Terkait Pencemaran Nama Baik Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, pihaknya tengah memeriksa pengacara sekaligus pemilik akun Facebook LQ Indonesia Law Firm, Alvin Lim. Pemeriksaan terlapor yang menyandang status saksi tersebut terkait laporan Raja Sapta Oktohari (RSO) atas dugaan pencemaran nama baik.

"Saat ini yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan soal pencemaran nama baik melalui akun FB LQ Indonesia Law Firm," katanya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (8/6).

Untuk pemeriksaan terhadap Alvin sendiri merupakan panggilan kedua. Karena, pada panggilan pertama yang bersangkutan sempat tidak hadir atau mangkir beberapa waktu yang lalu.

"Panggilan yang pertama yang bersangkutan tidak hadir dan hari ini panggilan kedua dia hadir. Kita tunggu saja hasil pemeriksaannya seperti apa," ujarnya.

Diketahui, Welfrid Kristian Silalahi melaporkan akun Sosial Media Facebook milik LQ Indonesia Law Firm ke Polda Metro Jaya. Laporan itu tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP/2257/IV/Yan.2.5/2020/SPKT PMJ. Tanggal 10 April 2020.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, laporan itu terkait postingan yang dibuat oleh terlapor yang diduga mencemarkan nama baik terhadap kliennya itu Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari (RSO) anak dari Oesman Sapta Odang (OSO) yang disebut sebagai korban dalam laporan tersebut.

"Pada tanggal 10 April 2020 korban saudara Raja Sapta Oktohari postingan Facebook yang telah mencemarkan nama baik dirinya dimana namanya disebut-sebut dan diberitakan sebagai penipu oleh pemilik akun Facebook atas nama LQ Indonesia Law Firm dengan alamat url https://www.facebook.com/Lqlawfirm/posts/1538097656351197?__tn__=K-R," kata Yusri, Jakarta, Rabu (20/5).

Dalam kasus ini, penyidik telah melakukan klarifikasi terhadap 5 orang saksi yaitu Welfrid Kristian Silalahi, Raja Sapta Oktohari, Bety, Hengky Silatanga dan Iwan.

"Penyidik telah mengirimkan surat undangan klarifikasi dengan nomor :B/1543/V/RES.2.5./2020/Ditreskrimsus, tanggal 13 Mei 2020 kepada sdr. Alvin Lim untuk hadir pada hari Senin 18 Mei 2020 namun yang bersangkutan tidak hadir tanpa alasan yang jelas," sebutnya.

"Telah melakukan gelar awal pada tanggal 19 Mei 2020 untuk peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan," tutupnya.

Dalam laporannya, Welfrid Kristian Silalahi melaporkan akun Facebook tersebut dengan Pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 ayat 3 UU no 19 tahun 2016 ttg perubahan UU no 11 tahun 2007 tentang ITE. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pencemaran Nama
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini