Allah SWT siapkan kursi pribadi di neraka bagi pembawa kabar hoax

Jumat, 9 Juni 2017 14:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Allah SWT siapkan kursi pribadi di neraka bagi pembawa kabar hoax Ilustrasi Neraka. diggsjourney.com

Merdeka.com - Ramadan merupakan bulan suci. Di mana pada bulan ini hendaknya menjauhi perbuatan-perbuatan tercela yang dapat mengotori pahala puasa.

Salah satu perbuatan yang wajib dijauhi saat puasa ialah berkata dusta atau bohong. Yang dimaksud dengan dusta ialah memberikan kabar yang tidak sesuai dengan realita. Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin dalam buku Majelis Bulan Ramadhan karangan, perbuatan dusta yang paling besar adalah dusta atas nama Allah dan RasulNya.

"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta: 'Ini halal dan ini haram,' untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidaklah beruntung. (Itu adalah) kesenangan yang sedikit, dan bagi mereka adzab yang pedih." (QS. An-Nahl: 116-117).

Rasulullah SAW juga mengatakan, bahwa siapa saja yang sengaja berdusta membawa namanya maka orang tersebut mempersiapkan tempat duduknya sendiri di neraka. Dengan begitu, Rasulullah memberi peringatan kepada umatnya untuk berhati-hati dan menjauhi dusta.

"Berhati-hatilah kalian dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu mengarah kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan itu mengarah kepada neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan membiasakannya sehingga ia tercatat di sisi Allah sebagai pendusta," kata Rasulullah. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Lentera Ramadan
  2. Jakarta
  3. Ramadan 2017
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini