Alibaba dan 3 Pelajaran dari Dua Dekade Kehadirannya

Rabu, 18 September 2019 02:00 Reporter : Ya'cob Billiocta
Alibaba dan 3 Pelajaran dari Dua Dekade Kehadirannya Jack Ma bicara di Pertemuan IMF-Bank Dunia. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Perayaan hari jadi Alibaba Group ke-20 sepekan lalu menjadi momentum dimulainya era baru dengan transisi posisi Executive Chairman dari Jack Ma ke Daniel Zhang, serta pembaruan visi, misi dan nilai-nilai perusahaan, agar sejalan dengan evolusi bisnis dan perubahan dunia.

Bermula sebagai perusahaan beranggotakan 18 orang di sebuah apartemen kecil di Hangzhou, kini Alibaba telah menjadi perusahaan besar bernilai USD 447 miliar dengan 100.000 karyawan dari berbagai belahan dunia dari 30 unit usaha, serta menyediakan 40 juta lapangan pekerjaan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui ekosistem e-Commerce Alibaba di Tiongkok.

Berkaca dari perjalanan dua dekade kelahiran Alibaba, setidaknya adalah tiga momen inspiratif yang dapat dijadikan pelajaran untuk memotivasi para pelaku bisnis dan generasi muda di Indonesia.

Pertama proses transisi kepemimpinan perusahaan yang bertanggung jawab. Jack Ma menyatakan bahwa HUT Alibaba ke-20 bukanlah tentang akhir dari masanya sebagai Executive Chairman, tetapi sebuah awal dari proses transisi kepemimpinan perusahaan menuju kesuksesan.

"Ini bukanlah pilihan terhadap sebuah individu, namun kesuksesan sebuah sistem (suksesi)," ujar Jack Ma dalam pidatonya di depan Aliren (sebutan karyawan Alibaba).

Jack Ma berpendapat bahwa tata cara pengelolaan Alibaba patut dibanggakan, terutama sistem partnership yang dikembangkan untuk memastikan agar budaya dan etos kerja yang telah mendasari pendekatan bisnis Alibaba selama dua dekade terakhir terus terjaga, bahkan ketika pendirinya sudah tidak ada atau tidak lagi bersama dengan Alibaba. Inilah fokus dari prinsip dari proses transisi bertanggung jawab yang mendasari keputusannya setahun lalu untuk menunjuk Daniel Zhang sebagai suksesor posisi Executive Chairman.

Kedua harapan Jack Ma dan Daniel Zhang untuk masa depan Alibaba. Jack Ma yang juga merayakan ulang tahunnya yang ke-55 pada perayaan 20 tahun Alibaba menekankan bahwa Alibaba harus menjadi perusahaan yang terus berupaya untuk membawa perubahan positif ke dunia, bukan hanya perusahaan yang hanya mengejar keuntungan.

"Menjadikan dunia lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan," adalah harapan Jack Ma bagi Alibaba.

Sementara, Daniel Zhang mengatakan Alibaba juga harus berkontribusi dalam digitalisasi bisnis konsumen secara holistik, mulai dari perdagangan, keuangan, logistik dan komputasi awan, melalui Alibaba Operating System.

"Ini adalah cara kami mendorong semua pelaku usaha untuk maju dan menyongsong masa depan yang lebih cerdas dan digital. Kami ingin terus meningkatkan nilai tambah, memberikan solusi, serta menjadi perusahaan yang berkontribusi memikul beban masyarakat. Kami berharap bahwa semua ini dapat mendukung peningkatan kinerja konsumen dan mitra kami, yang bahkan lebih tinggi daripada Alibaba sendiri," terang Daniel Zhang.

Ketiga, visi dan nilai-nilai bukan sebatas slogan melainkan dipertajam sesuai perkembangan zaman. Jack Ma pada kata sambutan di perayaan HUT Ke-20 Alibaba Group mengatakan "Di balik setiap keputusan kami (teknologi dan produk yang kami tawarkan) selalu ada berbagai pertimbangan; apakah mereka bisa menjadi solusi dari permasalahan? Apakah keputusan tersebut sudah didasari oleh visi, misi dan nilai-nilai yang kami miliki?"

Selain itu, dengan jenis usaha meliputi e-Commerce, fintech, logistic, komputasi awan hingga hiburan, Alibaba menetapkan tujuan untuk melayani 2 miliar konsumen, membantu menciptakan 100 juta pekerjaan dan memberdayakan 10 juta UMKM untuk mencapai keuntungan pada akhir 2036.

Alibaba juga menandai era barunya ini dengan memperbarui nilai-nilai perusahaan, sejalan dengan evolusi bisnis dan perubahan di dunia.

Berikut enam nilai-nilai perusahaan yang menjadi dasar dari etos kerja serta fondasi bagi masa depan Alibaba:

1. Konsumen adalah prioritas yang pertama, karyawan kedua dan para pemegang saham yang ketiga.

Memahami dan menjawab kebutuhan dan masalah para konsumen menjadi tanggung jawab terbesar Alibaba. Hanya dengan menciptakan nilai-nilai yang berkelanjutan bagi konsumen, perusahaan dapat menciptakan manfaat jangka panjang bagi karyawan dan pemangku kepentingan Alibaba.

Chief Financial Officer Maggie Zhou menjelaskan "Pada tahun-tahun sulit perekonomian, sekitar tahun 2007-2008, banyak UMKM ekspor yang terkena dampak secara signifikan. Setelah diskusi yang panjang, akhirnya kami memutuskan untuk memotong biaya produk kami sebesar 60 persen untuk mencoba membantu para eksportir ini. Pada waktu itu, para investor terkejut atas keputusan kami, namun keputusan ini adalah cerminan yang tepat atas nilai customer first. Produk tersebut berkontribusi sebanyak 60-70 persen dari total pendapatan kami. Dasar pemikirannya di sini sangat sederhana: Kami perlu membantu. Tanpa UMKM ini, kami akan kehilangan bisnis kami, oleh karena itu, konsumen harus menjadi prioritas utama," ujarnya.

2. Kepercayaan akan memudahkan segala hal. Kepercayaan adalah hal yang berharga, perlu dipupuk dan dijaga. Aliren diharapkan (sebutan untuk karyawan Alibaba) untuk berterus terang, membela nilai-nilai yang benar dan mengandalkan satu sama lain melalui kepercayaan. CEO For Ant Financial Eric Jing menjelaskan, tingkat kepercayaan di dalam perusahaan antara karyawan satu sama lain, juga merupakan hal yang penting.

"Kepercayaan dan transparansi yang kami bangun diantara kami, menjadikan organisasi kami jauh lebih efisien," ujarnya.

3. Perubahan merupakan satu-satunya yang tak pernah berubah. Dunia terus berubah, bahkan ketika kita tidak berubah. Menerima perubahan, baik dalam mengubah diri sendiri atau mendorong perubahan dalam perusahaan, adalah hal yang unik dalam DNA Alibaba dan harus dijunjung tinggi perusahaan serta karyawan. Executive Vice Chairman Joe Tsai menjelaskan "Kami bekerja dalam bidang dengan perubahan yang sangat cepat, dan hal yang selalu konstan adalah perubahan itu sendiri."

4. Kinerja terbaik hari ini menjadi acuan esok hari. Pendekatan terus maju dan lebih baik ini telah membantu Alibaba bertahan dalam momen-momen paling menantang dan berkembang ketika perusahaan telah berada di depan. Semangat Alibaba berarti, terus-menerus menantang dan memotivasi diri sendiri serta berusaha untuk melampaui parameter normal.

"Semua orang di sekitar kita terus berkembang untuk menjadi lebih baik, demikian juga dengan kompetitor kita juga berkembang dan pelanggan kita juga mengharapkan layanan yang lebih baik lagi. Oleh sebab itu, kami harus terus menjadi lebih baik. Kami selalu mengingatkan para Aliren untuk jangan mudah puas terhadap diri sendiri. Terus lihat ke atas dan cari celah untuk berkembang. Jangan pernah melihat ke belakang dan berpikir bahwa semua yang kita lakukan sudah cukup," tutur Joe Tsai.

5. Kalau bukan sekarang, kapan? Kalau bukan aku, siapa?

Kalimat ini adalah slogan pada iklan lowongan pekerjaan Alibaba yang pertama. Hingga saat ini, nilai inilah yang diinginkan ada di karyawan Alibaba ketika melihat dirinya dalam perspektif bisnis. Slogan ini memberikan mereka tujuan dan dorongan untuk terus maju. Jane Jiang, karyawan Alibaba yang ke-13 dan saat ini menjabat sebagai Deputy Chief People Officer, memaparkan rasa cintanya atas nilai ini.

"Ada dua pesan penting pada kalimat ini. Pertama, kita harus percaya pada diri sendiri. Kita punya kemampuan untuk berkontribusi bagi tim, perusahaan, pelanggan, dan bahkan bagi masyarakat."

6. Hidup dengan serius, bekerja dengan bahagia.

Bekerja dilakukan untuk hari ini, tapi hidup adalah untuk selama-lamanya. Alibaba ingin Aliren untuk sungguh-sungguh dalam menjalani kehidupan dan berbahagia menikmati pekerjaannya, sebagaimana seseorang menikmati kehidupan. Alibaba menghargai keputusan-keputusan yang didasari oleh keseimbangan pekerjaan dan kehidupan dari masing-masing karyawannya.

"Biasanya kita berpikir bahwa kita harus bekerja dengan serius, dan hidup dengan bahagia, tapi itu terbalik. Karyawan Alibaba harus menikmati pekerjaan seperti ia menikmati kehidupan, dan menjalani kehidupan dengan serius (bersungguh-sungguh) seperti ia menjalani pekerjaannya," ujar Joe Tsai. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Alibaba
  3. E Commerce
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini