Ali Mazi Terbukti Tidak Bohong

Sabtu, 28 Juli 2007 13:23 Sumber :
Ali Mazi Terbukti Tidak Bohong
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Pengaktifan Ali Mazi, SH melalui Keppres N.059/P/2007 pada jabatannya semula sebagai Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) membuktikan bahwa Ali Mazi tidak pernah berbohong kepada publik dan masyarakat Sultra, kata Direktur The Ali Mazi Center, Zainal di Kendari, Sabtu.

Zaenal mengatakan, pembunuhan karakter, fitnah, pembohongan publik dan berbagai pernyataan negatif yang dilakukan oleh pesaing politik, pejabat pemprov dan pemkab, tokoh masyarakat dan lainnya melalui media massa selama Ali Mazi menyelesaikan proses hukum dugaan korupsi perpanjangan HGB Hotel Hilton, ternyata tidak terbukti.

Berbagai pernyataan menyudutkan Ali Mazi terus dilontarkan di media massa selama hampir delapan bulan penyelesaian kasus hukum. Kasus hukum itu sendiri terjadi saat Ali Mazi sebagai pengacara PT Indobuild co dan putusan PN Jakarta Ali Mazi bebas murni.

Isu bernuansa pembunuhan karakter yang dilakukan antara lain menyatakan Ali Mazi tidak akan lepas dari jeratan hukum dugaan korupsi perpanjangan HGB Hotel Hilton Jakarta, tidak akan aktif kembali sebagai Gubernur Sultra dan tidak bisa ikut pilkada, tidak mendapat dukungan DPP Golkar, melakukan pembohongan publik dan lainnya.

Isu tersebut ternyata dengan berlalunya waktu, terbukti Ali Mazi tidak melakukan pembohongan publik, melainkan Ali Mazi memiliki integritas tinggi, terpercaya dan semua ucapannya benar.

Pembuktiannya adalah putusan pengadilan bebas murni, dukungan nyata DPP Golkar, keluarnya Keppres pengaktifan kembali sebagai gubernur serta banyak pembuktian lain, kata Zainal.

Menurut Zainal, Ali Mazi sudah membuktikan bahwa DPP Golkar mendukungnya, terbukti saat Ali Mazi ke Kendari 20 Juli 2007 diantar oleh beberapa petinggi DPP Golkar seperti Wakil Ketua MPR, H.M Aksa Mahmud, Sekjen Golkar, Ketua pemenangan DPP Golkar untuk Sultra dan Sulteng, Tajuddin N serta petinggi lainnya.

Saat itu, Ali Mazi menyatakan dia kembali untuk memimpin Sultra namun tidak menyebut nomor Keppres sehingga lawan politik memanfaatkan untuk menyerangnya dan menyatakan beliau melakukan kebohongan publik.

Namun, akhirnya terbukti Ali Mazi benar dan tidak berbohong, sebab Keppres N0.059/P/2007 ditandatangani sejak 17 juli 2007 dan serah terima dari Plt Gubernur Yusran Silondae ke Gubernur Ali Mazi dilakukan 26 Juli 2007 di Jakarta yang dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri at interim.

Fakta-fakta tersebut, tambahnya, membuktikan bahwa semua pelaku komentar miring dan penyebar isu-isu negatif justru merekalah yang melakukan kebohongan publik dengan cara melakukan pembunuhan karakter.

Kenyataan itu, kata Zainal akan menjadikan Ali Mazi yang juga Ketua DPD Golkar Sultra semakin populer dan dicintai masyarakat Sultra secara umum. Sedangkan mereka yang selama ini melakukan komentar negatif, bila mereka adalah calon peserta pilkada, maka saat ini sudah kehilangan kepercayaan rakyat sebab mereka hanya menebar kebohongan dan fitnah.

Ali Mazi tercatat akan maju kembali bertarung pada pilkada gubernur Sultra periode 2008-2013 melalui pintu Partai Golkar, sedangkan figur lainnya yang terlihat melakukan sosialisasi diri untuk maju sebagai calon gubernur adalah Wakil Ketua DPD-RI, Dr La Ode Ida (Koalisi partai), Wakil Gubernur yang juga Ketua DPW PPP Sultra, Yusran Silondae (PPP dan koalisi), Wakil Ketua DPRD Sultra yang juga Ketua DPW PAN Sultra, Nur Alam (PAN dan koalisi), Bupati Muna, Ridwan Bae (koalisi), Walikota Kendari, Masyhur Masie Abunawas (koalisi), Rektor Unhalu, Prof Ir Mahmud Hamundu, MSc dan lainnya.

Pilkada Sultra akan digelar awal November 2007, sedangkan proses penjaringan oleh partai sudah mulai digelar.(*/cax)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini