Alasan Sibuk, Nella Kharisma Batal Bersaksi Kasus Kosmetik Ilegal

Selasa, 23 Juli 2019 16:09 Reporter : Erwin Yohanes
Alasan Sibuk, Nella Kharisma Batal Bersaksi Kasus Kosmetik Ilegal Nella Kharisma Penuhi Panggilan Polda Jatim. ©2018 Merdeka.com/Mochammad Andriansyah

Merdeka.com - Artis penyanyi dangdut Nella Kharisma urung bersaksi dalam kasus kosmetik ilegal di Pengadilan Negeri Surabaya. Sebab, jadwal syutingnya yang padat, mengharuskannya membatalkan bersaksi.

Nella sebenarnya sudah siap bersaksi di pengadilan, sejak pagi. Namun, karena agenda sidang yang menjadwalkan siang hari, membuatnya mengurungkan niat untuk bersaksi.

"Tadi Nella sudah datang, dia sudah ada di PN (pengadilan negeri) sekitar pukul 07.30 Wib. Karena kami jadwalkan kemarin, kami sudah lapor untuk sidang pagi jam 9-10 Wib," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko, Selasa (23/7).

Ia menambahkan, pada saat Nella datang, sidang tidak dapat dimulai. Sebab, hakim yang menyidangkan kasus kosmetik ilegal, masih bersidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Sedangkan disisi lain, Nella pada siang hari memiliki jadwal syuting yang juga tidak bisa dibatalkan.

"Tadi Nella datang dan menunggu kami, tapi hakim masih sidang Tipikor. Jadi Nellanya juga ada syuting jam 12. Makanya Nella izin untuk meninggalkan tempat," pungkasnya.

Terkait dengan hal itu, pihaknya mengaku akan menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap Nella Kharisma. "Kita akan jadwalkan ulang," tegasnya.

Sebelumnya, kasus ini bermula pada Desember 2018 lalu. Saat itu Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar praktik produksi kosmetik ilegal yang diduga dilakukan Karina Indah Lestari, warga Putuk Banaran Kandangan Kediri.

Dalam pemasarannya, produk kosmetik oplosan tidak memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Terdakwa menggunakan jasa artis terkenal yang memiliki jutaan pengikut untuk mempromosikan produknya.

Selain pada Via dan Nella, ada pula artis dan selebgram seperti NR, OR, MP, DK, dan DJB yang dibayar oleh terdakwa untuk mempromosikan kosmetik ilegal tersebut, di media sosial.

Atas perbuatannya, terdakwa Karina kini didakwa dengan pasal 197 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini