Alasan sakit jantung, bos pengembang Pasar Turi jadi tahanan kota

Kamis, 14 September 2017 23:12 Reporter : Moch. Andriansyah

Merdeka.com - Bos pengembang Pasar Turi Baru, Henry J Gunawan masih bisa menghirup udara segar. Majelis hakim yang diketuai Unggul Warso Mukti, mengalihkan status penahanan Direktur Utama PT Gala Bumi Perkasa (GBP) tersebut, menjadi tahanan kota.

Pengalihan status tahanan negara menjadi tahanan kota itu dituangkan dalam penetapan yang dibacakan Hakim Unggul usai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakosa membacakan nota keberatan atas eksepsi tim penasehat hukum terdakwa Henry.

Riwayat sakit jantung menjadi pertimbangan majelis hakim untuk mengabulkan penangguhan penahanan Henry. Selain itu, ada keluarga yang menjamin terdakwa tidak melarikan diri.

"Mengabulkan permohonan pengalihan penahanan terdakwa dari tahanan negara menjadi tahanan kota," ucap Hakim Unggul saat membacakan surat penetapan pengalihan penahanan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (14/9).

Sebelum menangguhkan penahanan Henry, Hakim Unggul juga menunda jadwal persidangan yang bersangkutan hingga 25 September 2017, dengan agenda sidang putusan sela.

Sementara itu dalam nota repliknya, Jaksa Ali menyatakan, pihaknya menolak eksepsi yang diajukan tim kuasa hukum terdakwa.

Menurutnya, eksepsi tersebut sudah masuk ke materi pokok perkara. "Sehingga persidangan ini harus dilanjutkan ke pembuktian," kata Ali

Usai sidang, kuasa hukum terdakwa, M Sidik Latuconsina mengaku yakin eksepsinya akan diterima majelis hakim. Sebab menurutnya, perkara pidana kliennya harus ditunda karena adanya gugatan perdata yang saat ini sedang disidangkan di PN Surabaya.

"Tentu saja pemeriksaan perkara pidananya harus ditunda dulu, karena kami sedang mengajukan gugatan perdata yang saat ini juga sedang disidangkan," katanya.

Perihal pengalihan status penahanan Henry, Sidik tak mau berkomentar banyak. "Karena memang Pak Henry sakit jantung dan sudah sepatutnya penahanannya dialihkan,” tegasnya.

Sekadar diketahui, Henry dijerat kasus penipuan dan penggelapan jual beli tanah atas laporan Notaris Caroline C Kalampung. Kemudian, Henry ditahan oleh pihak Kejari Surabaya saat proses pelimpahan tahap dua dilakukan. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Pasar Turi
  2. Surabaya
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.