Alasan Polisi Belum Jebloskan ke Penjara Tersangka Penipuan Robot Trading Net89

Selasa, 6 Desember 2022 09:32 Reporter : Nur Habibie
Alasan Polisi Belum Jebloskan ke Penjara Tersangka Penipuan Robot Trading Net89 Ilustrasi hacker. ©Reuters/Kacper Pempel

Merdeka.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri hingga kini belum melakukan penahanan terhadap tersangka kasus dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, perdagangan dan pencucian uang melalui investasi robot trading Net89.

Diketahui, tersangka dalam kasus ini sebanyak delapan orang dan satu diantaranya atas nama inisial HS meninggal dunia.

Kasubdit II Dit Tipidieksus Bareskrim Polri Kombes Candra Sukma Kumara mengatakan, alasan pihaknya belum melakukan penahanan karena masih melengkapi penyitaan aset milik para tersangka.

"Kita belum melakukan penahanan, karena masih memaksimalkan penyitaan aset milik para tersangka dulu," kata Candra saat dihubungi, Selasa (6/12).

Namun, ia belum membeberkan secara rinci terkait berapa jumlah dan aset apa saja yang telah disita oleh pihaknya.

"Masih kita hitung lagi (asetnya), untuk update nanti humas akan share ke media," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Blokir 83 Rekening

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri telah melakukan pemblokiran terhadap rekening milik para tersangka atas kasus dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, perdagangan dan pencucian uang melalui investasi robot trading Net89. Diketahui, polisi telah menetapkan delapan orang tersangka atas kasus tersebut.

"Saat ini status rekening 8 tersangka tersebut telah dilakukan pemblokiran oleh penyidik," kata Kabagpenum Div Humas Polri Kombes Nurul Azizah kepada wartawan, Senin (7/11)

Secara terpisah, Kasubdit II Dit Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Candra Sukma Kumara menyebut, untuk rekening yang diblokir dari milik delapan orang tersangka tersebut sebanyak 83 rekening.

"Jumlah rekening ada 83 rekening, dari 8 tersangka," ujar Candra.

3 dari 3 halaman

Tetapkan 8 Tersangka

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri telah menetapkan delapan orang tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, perdagangan dan pencucian uang melalui investasi robot trading Net89. Salah satu tersangka merupakan pendiri atau pemilik Net89.

"Untuk kasus robot trading Net89 telah ditetapkan delapan orang tersangka. AA, selaku pendiri atau pemilik Net89 PT SMI memberikan petunjuk tentang skema bisnis dan cara memasarkan investasi robot trading," kata Kabagpenum Div Humas Polri Kombes Nurul Azizah kepada wartawan, Senin (7/11).

"LSH selaku direktur Net89 PT SMI yang selalu bersama-sama dengan AA. ESI selaku founder Net89 PT SMI yaitu tempat tujuan para member mendeposit kan dananya dan asal pencairan dana kepada para member Net89 PT SMI," sambungnya.

Lalu, untuk lima orang lain yang juga ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut seperti RS, AL, HS, FI serta D.

"Selaku sub exchanger Net89 PT SMI, kelimanya sebagai tempat tujuan para member untuk mendeposit kan dana dan asal pencairan dana kepada para member Net89," ujarnya.

Sebelumnya, Polisi telah menetapkan Reza Paten bersama delapan tersangka lainnya dalam perkara yang diperkirakan merugikan 300.000 member senilai Rp2,7 triliun terkait dengan penipuan berkedok robot trading Net89.

"Reza Shahrani (Reza Paten) sudah jadi tersangka di Net89," kata Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi, Sabtu (5/11).

Tersangka lainnya, adalah, AA, pendiri atau pemilik Net89, LSH, Direktur Net89, ESI, member dan exchanger Net89, LS, sub exchanger Net89, AL, sub exchanger Net89, HS, sub exchanger Net89, FI, sub exchanger Net89, dan D, sub exchanger Net89.

Adapun dalam kasus ini, mereka dijerat dengan pasal 69 ayat (1) Undang- Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Tindak Pidana Transfer Dana dan/atau Pasal 46 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 198 tentang Perbankan dan/atau Pasal 8 dan/atau Pasal 9 Jo Pasal 62 ayat (1) dan/atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau.

Selain itu, Pasal tersangkaan juga dilapis dengan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) jo Pasal 55 KUHP jo Pasal 56 KUHP jo Pasal 64 KUHP jo Pasal 65 KUHP.

Selain itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) langsung bergerak cepat memblokir rekening Reza Paten. Hal ini disampaikan oleh Ketua PPATK Ivan Yustiavandana.

"Sudah kami bekukan," kata Ivan saat dikonfirmasi.

Ivan mengatakan bahwa ada ratusan rekening milik Reza Paten yang sudah diblokir PPATK. Jumlahnya mencapai Rp1 triliun.

"150-an rekening di lebih dari 25 Bank. Perputarannya (uang) diatas Rp1 trilliun," ujar Ivan.

Satu Tersangka Tewas

Salah satu tersangka kasus dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, perdagangan dan pencucian uang melalui investasi robot trading Net89 berinisial HS dinyatakan meninggal dunia. Ia tewas akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang terjadi pada 30 Oktober 2022 lalu.

Dengan meninggalnya satu tersangka tersebut, Kasubdit II Dit Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Candra Sukma Kumara mengatakan, meski ada tersangka yang tewas. Kasus tersebut masih tetap dilanjutkan atau diproses.

"Belum (SP3), karena masih ada 7 tersangka lainnya," kata Candra saat dihubungi, Selasa (15/11).

Ia menjelaskan, masih kasus tersebut tetap berjalan. Namun, untuk kasus yang menimpa satu tersangka yang tewas akibat kecelakaan tersebut nantinya akan gugur atau tidak akan diajukan oleh penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Penyidikan masih berjalan (karena masih ada 7 tersangka lain), tapi khusus untuk tersangka yang sudah MD (Meninggal Dunia) kita tidak akan menggali," jelasnya.

"Dan dalam pemberkasan akan kita sampaikan ke JPU untuk tersangka tersebut tidak kita ajukan. Karena meninggal dunia dan yang bersangkutan gugur untuk diajukan penuntutan (demi hukum)," sambungnya.

Ia menegaskan, kasus tersebut tetap akan berproses dan hanya kepada satu tersangka atas nama inisial HS saja yang nantinya akan gugur.

"Iya (tidak SP3), karena ini kan kasus ada tersangka lain yang bersama-sama melakukan tindak pidana," tuturnya. [rhm]

Baca juga:
Dua Tersangka Net89 Ditetapkan sebagai Buronan
Kasus Robot Trading Net89, Polisi Sita Gedung Milik PT SMI Bernilai Ratusan Miliar
Polisi Belum Sita Aset Milik Tersangka Robot Trading Net89 yang Tewas
Masih Cari Bukti, Polisi Belum Tahan Tersangka Robot Trading Net89
Satu Tersangka Robot Trading Net89 Meninggal, Polri: Tidak Ada SP3 Kasus
Kronologi 1 Tersangka Kasus Robot Trading Net89 Tewas Kecelakaan di Tol Solo-Semarang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini