Alasan Kemenkum HAM Pindahkan Setnov ke Rutan Gunung Sindur

Selasa, 18 Juni 2019 07:45 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Alasan Kemenkum HAM Pindahkan Setnov ke Rutan Gunung Sindur Menkumham Gelar Rapat dengan Komisi III DPR RI. ©Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menjelaskan alasan terpidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto dipindahkan ke rutan Gunung Sindur, Bogor. Dia menyebut, bahwa tempat itu merupakan rutan untuk napi beresiko tinggi.

"Itu bukan apa, untuk high risk, untuk sementara kita tempatkan di situ. Orang tanya, kenapa high risk ya itu high risk gimana mau melarikan diri," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/6).

Yasonna kembali menceritakan kronologi Setnov bisa pelesiran. Dia membenarkan bahwa Setnov memang sakit dan minta izin ke rumah sakit dengan ditemani petugas lapas Sukamiskin. Namun, ia malah mengelabui petugas saat ingin membayar administrasi rumah sakit.

"Memang benar (Setnov) sakit hanya setelah itu dia ya mengelabui petugas kita, suruh bayar bill di bawah dan ketika ditanya bapak kemana, ke bawah, ya udah kamu (petugas) tunggu aja nanti saya (Setnov) balik, ternyata tidak balik," ujarnya.

Kemudian, petugas langsung mengabarkan lapas Sukamiskin bahwa eks politisi Golkar itu kabur. Tiba tiba, foto Setnov pun viral dan pada waktu yang sama ia berada di sebuah toko bangunan di kawasan Bandung. Petugas lapas pun langsung mengambil tindakan.

"Staf ini langsung menelepon ke lapasnya, ini ada masalah, yang bersangkutan tidak kembali, koordinasi kalapas, lapor ke kakanwil, kakanwil mencoba melacak, kemudian sudah ada media gambar beliau, diambil tindakan oleh kakanwil," jelasnya.

Atas peristiwa itu, Politikus PDIP tersebut mengaku sudah melakukan evaluasi bersama pejabat Kemenkum HAM supaya peristiwa serupa tak terulang.

"Saya barusan rapat sebelum datang ke baleg, dengan dirjen sekjen, direktur beberapa direktur di ditjenpas, kalapas Sukamiskin, kemudian Karutan Gunung Sindur kita rapat. Karena menganalisis peristiwa ini dengan peristiwa lainnya," tandasnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini