Alasan Kedukaan, Kepala Desa Gantung ABG di NTT Pergi ke Timor Leste

Selasa, 29 Oktober 2019 09:51 Reporter : Ananias Petrus
Alasan Kedukaan, Kepala Desa Gantung ABG di NTT Pergi ke Timor Leste ABG digantung. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi telah mengamankan enam orang pelaku persekusi terhadap seorang gadis berusia 16 tahun di Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, NTT, Senin (28/10).

Enam orang yang ditahan di Polres Belu yakni, Margareta Hoar, Endik Asa, Bene Bau, Domi Berek, Marsel Ulu dan Melkis Tes. Sementara kepala desa Babulu Selatan Paulus Lau, yang mengikat serta menggantung korban berada di Timor Leste.

"Enam orang pelaku sudah dibawa ke Polres Belu untuk ditahan sambil menjalani pemeriksaan lebih lanjut, hanya satu yakni kepala desa yang belum diperiksa maupun penahanan karena masih ke Timor Leste," kata Kapolsek Kobalima AKP Marthen Pelokila melalui sambungan telepon, Selasa (29/10)

Menurut Marthen, pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga bahwa kepala desa Babulu Selatan Paulus Lau, berangkat ke Timor Leste pada hari Minggu kemarin, karena mengikuti kedukaan di sana.

"Setelah kita konfirmasi, kepala desa ke Timor Leste karena ada kedukaan. Tidak mungkin dia kabur ke luar negeri, sehingga kalau yang bersangkutan kembali maka kita akan lakukan pemeriksaan terhadap dia," ujarnya.

Sebelumnya, Jagat maya Nusa Tenggara Timur dihebohkan dengan beredarnya foto dan video persekusi seorang ABG berusia 16 tahun, di Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Ironisnya, persekusi ini dipimpin oleh kepala desa setempat, Paulus Lau yang dibantu oleh beberapa warga dan disaksikan masyarakat.

Gadis malang ini diketahui berinisial NB. Ia dituduh mencuri cincin milik warga desa tetangga. Dalam video maupun foto yang beredar, NB disiksa dengan cara kedua tangannya diikat dan didudukan di atas kursi plastik, lalu dipukul serta digantung pada regel polindes di Dusun Beitahu.

Selain itu, korban yang tak berdaya lalu ditinju oleh seorang pria bertubuh kekar. Tindakan main hakim sendiri ini juga disaksikan oleh para keluarga korban, yang akhirnya melaporkan kejadian ini di Polsek Kobalima.

Aksi tak terpuji ini pertama kali dibagikan oleh akun bernama Phutra Mountain, yang akhirnya viral di facebook karena terus dibagikan dengan berbagai komentar oleh netizen. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini