Alasan Jokowi Gencar Bangun Infrastruktur: Biaya Logistik di Indonesia Tidak Efisien

Kamis, 14 Oktober 2021 11:47 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Alasan Jokowi Gencar Bangun Infrastruktur: Biaya Logistik di Indonesia Tidak Efisien Jokowi Resmikan Bendungan Bendo di Jawa Timur. ©Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, bahwa biaya logistik negara Indonesia masih tertinggal jauh dengan negara lain. Menurutnya, ongkos logistik negara-negara lain sudah 12 persen.

"Kita tahu biaya logistik negara kita dibanding negara-negara tetangga kita masih jauh, tertinggal kita ini. Mereka biaya logistiknya 12 persen kurang lebih, kita masih 23 persen," ujarnya saat Peresmian Penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, di NTT, Kamis (14/10).

Menurut kepala negara, inefisiensi itu bisa dikurangi dengan pembangunan infrastruktur. "Artinya ada yang tidak efisien di negara kita, oleh sebab itu mengapa dibangun infrastruktur baik itu jalan, baik itu pelabuhan, baik itu airport," jelasnya.

Dengan adanya infrastruktur, Jokowi Ingin produk-produk dan barang-barang Indonesia bisa bersaing bila diadu kompetisi dengan produk negara lain.

"Apa yang ingin kita harapkan dari sini biaya logistik kita bersaing dengan negara negara lain, artinya daya saing kita competitiveness kita akan menjadi lebih baik," ujarnya.

Saat meresmikan Penggabungan Pelindo Terminal Multipurpose Wae Kelambu-Pelabuhan Labuan Bajo, Jokowi berharap alat-alat di terminal peti kemas itu bisa berfungsi hingga jangka waktu lama.

"Yang kita harapkan ini bisa kita pakai dalam jangka 15 atau 20 tahun yang akan datang masih memungkinkan visible untuk angkutan barang-barang yang ada di provinsi Nusa Tenggara Timur utamanya di Kabupaten Manggarai Barat," katanya.

Eks Wali Kota Solo itu terkejut melihat terminal Wae Kelambu di pelabuhan Labuan Bajo sangat besar. Awalnya ia mengira pelabuhan ini tidak sebesar yang ia bayangkan.

"Saya tidak bayangin bahwa pelabuhan yang baru ini sangat besar sekali, pikiran saya seperti yang lama hanya digeser ke sini, ternyata menjadi sebuah pelabuhan besar," kata Jokowi.

Dirinya mengapresiasi terminal tersebut dikerjakan secara cepat. Jokowi menyebut, pemindahan terminal Wae Kelambu ini karena lokasi sebelumnya adalah daerah wisata.

"Mengenai pelabuhan Wae Kelambu ini memang kita ingin, pelabuhan yang lama itu bersih, karena memang di sana adalah wilayah dan daerah wisata sehingga kita geser ke sini, ini juga dikerjakan saya sangat mengapresiasi dikerjakan secara cepat di bulan Agustus 2020 dimulai kemudian hari ini bisa kita selesaikan alhamdulillah," pungkasnya. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini