Aktivis Tolak Prabowo Jadi Menhan, Mahfud Nilai Wajar Ada Pro dan Kontra

Jumat, 25 Oktober 2019 14:03 Reporter : Merdeka
Aktivis Tolak Prabowo Jadi Menhan, Mahfud Nilai Wajar Ada Pro dan Kontra Mahfud MD di Istana. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Sejumlah pihak menyorot masuknya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju. Menko Polhukam Mahfud MD menilai, hal itu merupakan suatu kewajaran adanya pro dan kontra.

"Semua menteri pasti ada yang mendukung, ada yang menolak. Saya juga jadi Menko Polhukam (ada yang mempertanyakan) 'kok jadi Menko Polhukamnya? Menteri lain juga sama, menteri agama, menteri BUMN, ada yang mendukung, ada yang menolak," kata Menko Polhukam Mahfud Md di kantornya, Jakarta, Jumat (25/10).

Menurut dia, setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangannya. "Manusia punya kelebihan masing-masing, punya sisi positif negatifnya. Saya tidak terlalu mengagendakan orang yang menolak seseorang. Silakan saja itu bangun opini, lalu yang lainnya juga membangun opini," jelas Mahfud.

Dia pun mempersilakan jika ada yang menolak. Tetapi Presiden sudah mengangkat.

"Dan bukan hanya Prabowo ada yang menolak, Menteri Agama ramai juga, Erick Thohir dianggap terlalu muda, Nadiem Makarim dianggap enggak punya track record, tetapi sebagian besar masyarakat itu kan memberikan dukungan," kata Mahfud.

Dia pun meminta, jangan berpikir ada yang menolak kemudian harus mundur. "Tidak efektif itu. Tidak boleh. Cara melihat masalah tidak seperti itu, mari kita setiap masalah itu perbaiki dan selesaikan dan diarahkan ke arah yang benar," katanya.

Reporter: Putu merta Suryaputra
Sumber: Liputan6.com [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini