Aktivis Antikorupsi Sulsel Ingatkan Jokowi Tak Pilih Capim KPK Bermasalah

Jumat, 30 Agustus 2019 13:20 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Aktivis Antikorupsi Sulsel Ingatkan Jokowi Tak Pilih Capim KPK Bermasalah Demo tolak capim KPK bermasalah. ©2019 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Sekelompok aktivis dari Masyarakat Antikorupsi Sulsel berunjuk rasa di Jalan AP Pettarani, Makassar, Jumat, (30/8). Mereka menuntut Presiden Joko Widodo untuk selektif memilih calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jangan sampai yang terpilih adalah orang-orang yang bermasalah.

Ali Ashrawi Ramadhan, salah seorang pengunjuk rasa mengatakan ada beberapa di antara 20 nama capim KPK diidentifikasi oleh publik adalah nama orang-orang bermasalah dan pernah melakukan pelanggaran etik, termasuk punya sejarah merintangi penyidikan yang dilakukan KPK.

"Kami minta Presiden Joko Widodo selektif, tidak memilih orang bermasalah. Jika itu terjadi, sangatlah berbahaya karena masa depan pemberantasan korupsi tergantung mereka nantinya," kata Ali.

Di sela aksinya, mereka juga mencoret wajah-wajah pengunjuk rasa bertopeng yang diibaratkan capim KPK. Aksi coret dilakukan pengunjuk rasa bertopeng wajah Presiden Joko Widodo sebagai simbol Presiden harus mencoret orang-orang yang tidak layak duduk di kursi KPK.

Selanjutnya membacakan poin-poin tuntutan dalam aksinya kali ini dan membagi-bagikan selebaran ke pengguna jalan. Dan aksi pun bubar.

Tuntutan seperti yang dibacakan orator yakni mendesak Presiden Joko Widodo untuk mencoret nama-nama calon pimpinan KPK yang punya rekam jejak buruk dalam hal pemberantasan korupsi dan tidak patuh melaporkan LH-KPN, juga meminta untuk berhentikan panitia seleksi capim KPK yang punya konflik kepentingan dalam menjalankan tugas sebagai panitia seleksi.

Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK telah merampungkan proses seleksi terakhir yakni uji publik 20 nama calon yang lolos. Dari 20 nama itu, pansel akan menyeleksi menjadi 10 nama dan menyerahkannya kepada Presiden Jokowi pada hari Senin (2/9). Jika Presiden Jokowi menyetujui, 10 nama hasil pilihan pansel akan diteruskan ke DPR untuk dipilih menjadi 5 nama pimpinan KPK periode 2019-2023.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Siapa Layak Pimpin KPK? Klik disini [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini