Aksi Wati Tuduh Tetangga Pengangguran Banyak Duit Berujung Diusir Warga

Jumat, 30 April 2021 14:14 Reporter : Nur Fauziah
Aksi Wati Tuduh Tetangga Pengangguran Banyak Duit Berujung Diusir Warga Syarif Nurzaman, Ketua RW Kampung Baru Depok. ©2021 Merdeka.com/Nur Fauziah

Merdeka.com - Kasus rekayasa soal babi ngepet di Sawangan, Depok, Jawa Barat, menyelipkan kisah seorang ibu bernama Wati. Wanita itu sempat menjadi perbincangan juga lantaran menuduh tetangganya adalah sosok babi ngepet tersebut.

Wati mengatakan tetangganya tetangganya ada yang tidak pernah keluar rumah namun kaya. Ucapan Wati itu terlontar begitu saja tanpa bukti yang kuat.

Ketika diketahui bahwa babi tersebut adalah seekor babi hutan benaran, Wati pun menjadi buah bibir. Pasalnya apa yang telah diucapkannya tidak terbukti. Bahkan warga sekitar tempat tinggal Wati merasa kesal dan mengusirnya dari kontrakan.

Wati sebelumnya menghuni kontrakan di Kampung Baru, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Warga tidak terima dengan tudingan Wati beberapa hari lalu itu hingga mengusirnya. Kini Wati pun sudah tidak ada lagi di kontrakannya.

Ketua RW setempat, Syarif Nurzaman mengatakan ucapan Wati membuat warganya kesal. Warga merasa tidak terima dengan ucapan Wati itu.

"Benar (diusir) nggak ada hal-hal yang direkayasa, memang saya melihat dengan mata kepala saya sendiri. Warga sebelum kesana (rumah Bu Wati), kesini dulu (rumah saya)," kata Syarif, Jumat (30/4).

Ucapan Wati kata Syarif sudah merusak nama baik kampung. Bahkan Wati juga dianggap tidak menyesali perbuatannya.

"Jadi berdasarkan ketidakpuasan warga Kampung Baru yang merasa tidak puas dengan klarifikasi ibu Wati, dengan ekspresi ibu Wati yang kesannya tidak berdosa, tidak bersalah. Nah itu malah memancing warga lebih gregetan lah gitu," kata dia.

Mulanya warga yang hendak mengusir Wati secara langsung dengan datang ke rumahnya. Namun Syarif melarang karena kuatir terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Saya tanya apa yang mau dilakukan, mereka bilang ada yang mau lapor ada yang mau geruduk, akhirnya saya lerai. Kata saya jangan, lebih baik cari solusi terbaik, warga akhirnya minta bu Wati diusir dari kampung sini," ujar dia.

Akhirnya Syarif lah yang mendatangi rumah Wati. Dia menjelaskan maksud kedatangannya pada Wati. Namun reaksi Wati tidak terima saat itu.

"Dia (Wati) tidak terima, dia mencak-mencak, ngamuk-ngamuk dan bahkan dia mencoba bunuh diri," kata Syarif.

Namun setelah diajak bicara pelan-pelan akhirnya Wati pun menerimanya. Dia pun akhirnya pergi dari rumah kontrakannya. Kini rumah tersebut sudah kosong. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini