Aksi Vandalisme Diduga Ditujukan ke Wali Kota Malang Tersebar di Sejumlah Lokasi

Jumat, 1 Oktober 2021 19:11 Reporter : Darmadi Sasongko
Aksi Vandalisme Diduga Ditujukan ke Wali Kota Malang Tersebar di Sejumlah Lokasi Aksi vandalisme di Malang. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Aksi corat-coret atau vandalisme meminta Wali Kota Sutiaji mundur mewarnai jalanan Kota Malang. Tulisan huruf cetak dengan cat semprot ditemukan di sejumlah titik.

Tulisan warna putih menempel di aspal salah satunya ditemukan di samping pos polisi perempatan Kayutangan. Tulisan berada di sekitar zebra cross atau pemberhentian lampu merah pertemuan Jalan Basuki Rahmad dan Jalan Semeru.

"Wali Kota Tewur, Mundur Ji!," demikian tulisan tersebut.

Tulisan serupa juga ditemukan tembok pagar Rumah Dinas Wali Kota Malang di Jalan Ijen, selain juga di persimpangan ITN dan sekitar patung Chairil Anwar Jalan Basuki Rahmat Kota Malang.

Ukurannya tidak begitu besar, tapi karena berada di tempat umum banyak pengguna jalan yang memperhatikan tulisan tersebut. Tulisan ditemukan pada Jumat (1/10),, dan diduga pelakunya beraksi malam atau dini hari.

Sutiaji mengatakan bahwa demokrasi membuat orang semakin bebas menyampaikan pendapat dan kritiknya. Tetapi aksi vandalisme tidak bisa dibenarkan. Kritik harus disampaikan sesuai salurannya secara baik dan benar.

"Demokrasi perlu dikuatkan, namun harus dengan cara yang baik," kata Sutiaji, Jumat (1/10).

Pesan tulisan vandalisme tersebut diduga sengaja ditujukan untuk Sutiaji dengan kata 'Mundur Ji'. Karena memang Ji kerap digunakan sebagai panggilan singkat untuk Sutiaji, Wali Kota Malang.

Sementara 'Tewur' merupakan bahasa walikan khas Malang berasal dari kata Ruwet yang berarti kacau atau kusut.

Sementara Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Malang, Rahmat Hidayat mengatakan, untuk menindak pelaku aksi vandalisme tersebut harus berkoordinasi dengan kepolisan. Sesuai ketentuan, jika terbukti pelakunya dapat diancam hukuman kurungan tiga bulan atau denda Rp 10 juta.

"Masuk pelanggaran Pasal 4 Huruf K Perda Kota Malang Nomor 2 Tahun 2021," tegasnya kepada wartawan.

Saat ini tulisan vandalisme tersebut telah dihapus Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Tulisan tersebut ditutup cat hitam hingga tidak terlihat. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Vandalisme
  3. Malang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini