Aksi pengumpulan KTP buat penangguhan Ahok capai 1.200 KTP

Kamis, 11 Mei 2017 10:59 Reporter : Sania Mashabi
Aksi pengumpulan KTP buat penangguhan Ahok capai 1.200 KTP Relawan kumpulkan KTP buat jaminan Ahok. ©2017 Merdeka.com/syifa

Merdeka.com - Relawan peduli Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berkumpul di depan halaman Balai Kota Jakarta mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Langkah ini diambil sebagai bentuk petisi untuk meminta kepada majelis hakim menangguhkan penahanan dari mantan gubernur DKI Jakarta.

Menurut ketua relawan Ke2ja4BADJA, Natalia, sudah ada 1.200 KTP terkumpul dari seluruh warga Indonesia ikut berkumpul di depan Balai Kota, Kamis (11/5). "Dari pagi sekitar 1200 KTP sudah terkumpul dan target kita secepatnya bisa sampai 10 ribu KTP dan ini bukan hanya dari warga Jakarta saja tapi juga dari luar Jakarta juga ada," kata Nathalia di depan Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Natahalia mengungkapkan bahwa ini sebagai bentuk petisi untuk minta penagguhan penahanan Ahok, permohonan Judicial Review (peninjauan kembali) pasal 156 dan 156a penistaan agama, serta meminta Polisi dan pemerintah untuk menindak tega individu, partai dan Ormas menodai pancasila.

"Sampe Uni Eropa Asean mengecam kejadian Ahok dipenjarakan. Tuntutan perintah menindak tegas ormas atau partai yang mau mengganti dasar negara kita yang bikin kacau bukan Ahok," ungkapnya.

Tidak hanya mengumpulkan KTP, tim relawan Ke2ja4BADJA juga akan melakukan aksi long march dari Balai Kota sampai dengan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). "Pada tanggal 20 Mei tepat pada hari Kebangkitan Nasional kami akan long march dari Balai Kota sampai MK," pungkasnya.

Eni (54), adalah seorang warga asal Surabaya, bahkan rela menyerahkan data KTP. "Saya dari Surabaya, saya melihat Pak Ahok orang yang bersih saya juga mau menyebarkan formulir (pengumpulan KTP) ini ke Surabaya. Saat kita harus bersuara agar ada keadilan hukum di Indonesia," ujar Eni.

Diketahui sejak kemarin, relawan Badja juga sudah mulai mengumpulkan KTP di Balai Kota. Aksi ini digelar karena para relawan merasa jagoannya di Pilgub DKI itu diperlakukan tidak adil. Apalagi Ahok selama ini dinilai sudah kooperatif memberikan keterangan terkait kasusnya. [ang]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini