Aksi melanggar hukum pengendara motor yang hanya ada di Indonesia

Kamis, 7 Mei 2015 14:54 Reporter : Al Amin
Aksi melanggar hukum pengendara motor yang hanya ada di Indonesia Ulah pemotor di Indonesia. ©pertamax7.wordpress.com

Merdeka.com - Jumlah kendaraan bermotor seperti mobil dan motor di Jakarta meningkat 12 persen setiap tahunnya. Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, di Jakarta dan sekitarnya, jumlah kendaraan bermotor bertambah sebanyak 5.500 hingga 6.000 unit per hari.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul mengatakan, dari penambahan kendaraan tersebut, didominasi oleh sepeda motor dengan jumlah sebanyak 4.000 hingga 4.500 per hari.

Peningkatan volume sepeda motor dengan kapasitas daya tampung jalan raya di Jakarta yang tidak berimbang, mengakibatkan permasalahan sendiri. Salah satunya, pengendara sepeda motor yang memilih menerobos trotoar.

Selain menerobos trotoar, berikut beberapa pelanggaran yang dilakukan pesepeda motor. Berikut di antaranya.

Pemotor lawan arah



Aksi pelanggar lalu lintas di Jakarta sudah semakin sering dan terkadang mereka merasa tidak bersalah. Meski sudah ada rambu, kerap kali pengendara melanggarnya.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh pengendara sepeda motor bernomor polisi B 6971 ZCB. Pemotor pria ini nekat melawan arus, dan saat berpapasan dengan mobil di depan, dia enggan memberi jalan dan berdiam diri sambil bersedekap.

Foto pengendara keras kepala ini kemudian diunggah ke Facebook oleh akun Gati Nazeni. Dia menjelaskan, pemotor ini melawan arah di daerah Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dalam Facebook-nya, Gati Nazeni menuliskan, aksi pemotor melawan arah tersebut terjadi Kamis (2/4) pagi. Saat berpapasan tersebut, dia sengaja menghadang pemotor tersebut. Setelah sempat bertahan, pemotor berjaket hijau tersebut akhirnya mengalah dan memberi jalan.


Pemotor memegang HP



Masih sering sekali dijumpai pengendara sepeda motor sembari menatap layar handphone atau menerima panggilan telepon. Akibatnya, tak sedikit pula kasus kecelakaan yang terjadi akibat penggunaan hp sambil mengemudi.

Karena sibuk memandangi layar hp, dapat dipastikan mereka tidak memperhatikan kondisi jalan yang ada di depannya. Hal inilah yang menjadi penyebab utama kecelakaan para pengendara yang menggunakan hp.


Pemotor merokok



Belum ada alasan yang jelas kenapa pemotor merokok saat berkendara. Namun yang jelas, merokok saat mengendarai sepeda motor sudah pasti dapat mengganggu konsentrasi.

Selain itu, merokok saat berkendara berbahaya, baik bagi pengendara itu sendiri, mau pun pemotor yang ada di belakangnya. Bara api dari ujung rokok yang terbawa angin dapat mengenai wajah dan pakaian.

Pemotor naik jembatan penyeberangan



Dengan alasan untuk menghemat waktu, beberapa pengendara sepeda motor kerap melintas jembatan penyebrang orang (JPO). Padahal di depan JPO sudah jelas terpasang rambu larangan motor melintas.

Aksi bandel pemotor ini sudah jelas mengganggu pejalan kaki. Tidak jarang, mereka memilih untuk berhenti di tengah JPO untuk memberi jalan bagi pemotor.

Pemotor nekat terobos trotoar



Untuk menghindari kemacetan saat jam berangkat dan pulang kerja, pemotor, terutama yang berada di kota besar di Indonesia kerap nekat menerobos trotoar. Akibatnya, pejalan kaki menjadi terganggu.

Guna meminimalisir pemotor yang terobos trotoar, awal 2014, Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Pemerintah DKI Jakarta memasang palang-palang besi agar trotoar tidak bisa dilintasi sepeda motor. [amn]

Topik berita Terkait:
  1. Pelanggaran Lalu Lintas
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini