KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

AKBP Untung merasa dilecehkan Kapolri

Kamis, 7 April 2016 13:30 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Anggota Polair AKPB Untung Sangaji. ©2016 merdeka.com/al amin

Merdeka.com - Perwira Menengah Pusat Pendidikan Polisi Air Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri, AKBP Achmad Untung Sangaji, menyatakan akan memertimbangkan pulang kampung ke Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, dan berencana maju sebagai bupati.

Ternyata pilihannya tersebut lantaran kecewa terhadap sikap Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti. Apalagi, dia mengaku usai melumpuhkan teroris di kawasan Thamrin beberapa waktu lalu, hanya diganjar sebuah pin dan sejumlah duit.

"Ini udah beberapa bulan. Yang lain udah dikasih tempat, saya enggak ada sama sekali. Saya cuma dikasih PIN aja. Kapolri tidak memanggil saya secara khusus, cuma Lemdikpol," kata Untung, kepada merdeka.com, Rabu (6/4) malam.

Untung semakin merasa bingung, lantaran pada satu kesempatan Badrodin mengatakan kasus Thamrin merupakan kasus biasa. Menurut dia, penjelasan itu tentu melukai dia dan rekannya yang sudah berjibaku melindungi warga.

"Kapolri menjelaskan ke kita karena ini kasus biasa. Saya enggak paham, karena ini didengar sama pasukan. Kita punya bapak melecehkan seperti itu. Saya tidak menghina dia, malah beliau menghina saya. Ini jabatan Kapolri kan bintang empat. Saya berjuang di sana," katanya.

Untung mengaku, dia menyebut juga diganjar uang dari usahanya mematahkan teroris itu. Fulus itu kemudian dia belikan sebelas ekor kambing.

"Selain PIN, saya dikasih uang dolar, terus saya dibeliin sebelas ekor kambing. Kerjanya nyawa enggak dianggap. Untuk apa melindungi rakyat, tapi enggak dihargai. Toh di polisi udah baik, tapi saya ingin menghargai institusi. Lebih baik saya berkarya di tempat lain," imbuh Untung. [ary]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.