Akali Muatan Truk Sampah, Pegawai Kontrak DLHK Denpasar Korupsi Ratusan Juta Rupiah

Rabu, 10 Agustus 2022 14:41 Reporter : Moh. Kadafi
Akali Muatan Truk Sampah, Pegawai Kontrak DLHK Denpasar Korupsi Ratusan Juta Rupiah Tersangka saat di Kejari Denpasar, Rabu (10/8). ©2022 Merdeka.com/HO-Humas Kejari Denpasar

Merdeka.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar menahan WS, pegawai kontrak di Dinas Linkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Denpasar, Selasa (9/8). Dia ditahan sebagai tersangka korupsi kupon bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk truk pengangkut sampah dari TPS ke TPA Suwung.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Denpasar I Putu Eka Suyantha mengatakan, WS dan barang bukti diserahkan penyidik Polresta Denpasar kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari. "Penyerahan tersangka dilakukan setelah berkas perkara hasil penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pada Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Denpasar telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa peneliti atau penuntut umum," kata dia, Rabu (10/8).

Putu Eka memaparkan, tersangka WS diduga melakukan tindak pidana korupsi pada Maret 2021 sampai 30 Juli 2021. Penyelewengan itu dilakukan di TPA Suwung, Denpasar.

2 dari 3 halaman

Sengaja Tidak Isi Penuh Truk Sampah

WS merupakan pegawai kontrak di DLHK Kota Denpasar berdasarkan surat perintah kerja Nomor 810/137/DLHK /2021, tanggal 5 Januari 2021. Dia diberi tugas dan tanggung jawab sebagai sopir operator menjaga kebersihan TPS dan melaporkan kerusakan alat berat kepada mekanik.

Selanjutnya, berdasarkan tugas dan tanggung jawab tersebut, DLHK Kota Denpasar mengeluarkan surat perintah tugas Nomor: 800/220/DLHK/2021, tanggal 5 Januari 2021 sebagai mandor alat berat.

Saat menjabat mandor alat berat, tersangka melakukan perbuatan dugaan korupsi dengan menyalahgunakan kewenangannya. Dia mengatur operasional armada dengan memerintahkan kepada para sopir yang bertugas shift pagi dan shift siang untuk melakukan pengangkutan sampah tidak sesuai SOP pengangkutan sampah dari TPS ke TPA. Operator sengaja tidak mengisi penuh sampah ke bak armada.

Trik ini menyebabkan alokasi anggaran biaya operasional kupon BBM solar isi 10 liter untuk armada melebihi dari kegiatan yang dilakukan. Jika sampah diisi penuh, cukup tiga lembar kupon BBM untuk truk pengangkutnya. Namun, dengan pengisian tidak penuh sehingga melebihi dari tiga lembar kupon.

"Dan kelebihan dari kupon BBM solar isi 10 liter yang diterima oleh tersangka dari para sopir shift pagi dan shift siang dalam sehari masing-masing sebanyak satu lembar merupakan keuntungan tersangka yang dinikmati dan dipergunakan untuk kepentingan pribadinya," imbuh Putu Eka.

3 dari 3 halaman

Rugikan Negara Rp255 Juta

Akibat perbuatan yang diduga dilakukan tersangka, berdasarkan keterangan ahli dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Bali, perbuatan tersangka telah merugikan keuangan negara sebesar Rp255.131.000,00.

Kemudian, terhadap tersangka akan dilakukan penahanan oleh JPU selama 20 hari ke depan di Lapas Kerobokan, Denpasar, Bali.

"Untuk selanjutnya berkas perkara akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri Denpasar untuk dilakukan penunjukan majelis hakim dan penentuan jadwal persidangan oleh Pengadilan Negeri Denpasar," ujarnya. [yan]

Baca juga:
Kejagung Kirim Surat Panggilan ke 3 Alamat Milik Konglomerat Surya Darmadi
Bukti Suap Pembangunan Apartemen di Malioboro Ditemukan di Plaza Summarecon Bekasi
Bayar Denda Rp200 Juta, Mantan Bupati Jombang Nyono Suharli Bebas Lebih Cepat
Ketua DPRD Ambon Dicecar soal Aliran Uang Demi Mempercepat Izin Alfamidi
KPK Selidiki Keterlibatan Alfamidi dalam Suap Eks Wali Kota Ambon
Mantan Ketua KPUD Depok Terdakwa Kasus Korupsi Ditahan di Rutan Sukamiskin

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini