Akal-akalan Pemudik Kelabui Petugas Penyekatan Larangan Mudik

Kamis, 6 Mei 2021 17:11 Reporter : Bachtiarudin Alam
Akal-akalan Pemudik Kelabui Petugas Penyekatan Larangan Mudik Pemudik naik truk sayur di Tol Cikampek. ©TMC Polda Metro Jaya

Merdeka.com - Polda Metro Jaya mengungkap sejumlah akal-akalan pemudik yang mengelabui petugas di pos penyekatan larangan mudik. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan modus yang digunakan hampir mirip dengan tahun lalu, saat larangan mudik juga diberlakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Selama di darat bermacam macam (modusnya). Ada yang mobil dinaikan ke atas ke tempat derek, ada mobil truk yang diubah tapi isinya, manusia macam-macam," ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (6/5).

Walau banyak modus dilakukan oleh para pemudik, Yusri menegaskan bahwa pihaknya telah belajar dari penyekatan-penyekatan yang telah dilakukan sebelumnya. Termasuk jalur tikus yang kerap digunakan.

"Tapi kita katakan petugas belajar dari pengalaman tahun sebelumnya kita evaluasi. Mana jalur tikus yang bocor kita tutupi," terangnya.

"Mana tempat modus operandi yang digunakan kita sudah ketahui yang paling bagus sudah berhenti. Karena lewati Jakarta, lewati Cikarang akan kena lagi di perbatasan lain. Makanya resiko kendaraan akan kami tahan sampai operasi ini selesai," tambahnya.

Lebih lanjut terkait penindakan, Yusri mengatakan bahwa Polda Metro Jaya telah memutar balik sebanyak 1.070 kendaraan terjaring selama selama Operasi Ketupat Jaya 2021 penyekatan mudik.

"Dari pukul 00.00 Wib sampai pukul 12.00 Wib siang tadi total sudah 1.070 (kendaraan yang diputar balik)," katanya.

Setidaknya sampai dengan siang tadi, terdapat ribuan kendaraan itu terdiri dari 895 kendaraan pribadi dan 175 kendaraan umum. Di GT Tol Cikupa ada 626 kendaraan terdiri dari 519 pribadi dan 77 umum yang diputar balik.

Kemudian untuk penyekatan di Gerbang Tol Cikarang Barat ada 444 kendaraan yang diputar balik oleh petugas, terdiri dari 346 kendaraan pribadi dan 98 kendaraan umum.

"Operasi ini masih berjalan karena 24 jam ya terus bergerak," katanya.

Diketahui larangan mudik secara efektif mulai berlaku hari ini hingga Senin (17/5). Dari kebijakan ini, aparat gabungan TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Kementerian Perhubungan, membangun pos-pos penyekatan di pintu-pintu keluar Jakarta-Bekasi-Tangerang.

Pos penyekatan bertujuan untuk memeriksa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) sekaligus dokumen hasil tes negatif Covid-19. Dari pemeriksaan tersebut sejumlah pintu masuk tol mengalami kepadatan akibat antrean pemeriksaan SIKM.

Dalam penyekatan ini pun setidaknya 4.276 personel ditempatkan di wilayah Jakarta. Polda menempatkan personel di 14 titik penyekatan dan 17 titik pemeriksaan atau check point. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini