Akademisi puji gagasan NH-Aziz jadikan Sungguminasa berstatus kotamadya

Senin, 12 Maret 2018 18:00 Reporter : Kurniawan
Akademisi puji gagasan NH-Aziz jadikan Sungguminasa berstatus kotamadya Andi Lukman Irwan, Akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas). ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Lukman Irwan, memuji gagasan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) yang ingin meningkatkan status Sungguminasa menjadi kotamadya. Gagasan itu dinilai sangatlah visioner dan tentunya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

NH-Aziz diketahui mewacanakan pemekaran Kabupaten Gowa. Ibukota kabupaten itu yakni Sungguminasa ditingkatkan menjadi kotamadya. Adapun kawasan dataran tinggi ataupun daerah lain yang dianggap tertinggal akan dibuat menjadi kabupaten tersendiri. Tujuannya agar akselerasi pembangunan dan perekomian Gowa secara utuh dapat lebih cepat.

Lukman memaparkan ide cemerlang NH-Aziz itu dapat berdampak pada penyelenggaraan pemerintahan yang lebih efektif, pelaksanaan pembangunan yang lebih cepat dan pelayanan umum yang lebih merata. Muaranya terjamin kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh untuk semua wilayah di Kabupaten Gowa.

"Gagasan itu juga saya kira telah memperhitungkan secara cermat perkembangan kemampuan ekonomi yang dialami oleh Kabupaten Gowa. Termasuk potensi daerah, potensi sosial budaya, politik, jumlah penduduk dan luas daerah, maka dipandang sangat memungkinkan untuk membentuk Kota Sungguminasa," ucap Lukman yang juga pengamat pemerintahan dari Unhas.

Lukman menuturkan Kabupaten Gowa memiliki area yang sangat luas yang terdiri atas 18 kecamatan. Daerah tetangga Kota Makassar itu bahkan berbatasan dengan tujuh kabupaten/kota lingkup Sulsel. Sehingga, kata dia, sangat memungkinkan adanya pemekaran atau pembagian wilayah administratif.

Bila disimulasikan, kawasan dataran tinggi yang akan menjadi kabupaten meliputi Kecamatan Parangloe, Manuju, Tinggimoncong, Tombolo Pao, Parigi, Bungaya, Bontolempangan, Tompobulu dan Biringbulu. Sisanya akan masuk dalam daerah administratif Kota Sungguminasa yang merupakan ibukota Gowa.

"Selebihnya 9 kecamatan meliputi Somba Opu, Bontomarannu, Pattallassang, Pallangga, Barombong, Bajeng, Bajeng Barat, Bontonompo dan Bontonompo Selatan dapat bergabung menjadi wilayah Kota Sungguminasa. Daerah itu yang merupakan wilayah kecamatan yang berada di dataran rendah," ujar Dosen Ilmu Pemerintahan ini.

Lukman berpendapat peningkatan status Sungguminasa menjadi kotamadya dan adanya kabupaten baru di dataran tinggi membuat pelayanan di bidang pemerintah menjadi lebih baik. Masyarakat di daerah dataran tinggi tidak perlu lagi jauh-jauh ke Sungguminasa untuk mendapatkan berbagai macam layanan dan kebutuhan.

Pemisahan Kota Sungguminasa jug diproyeksikan berdampak positif dalam mengatasi laju pembangunan agar tidak timpang dengan daerah lain, khususnya di dataran tinggi Gowa. "Gagasan ini bisa mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh serta memberikan kemampuan bagi pemerintah daerah dalam pemanfaatan potensi daerah secara lebih optimal," terangnya.

Sebelumnya, Nurdin dalam berbagai kesempatan telah berkomitmen untuk meningkatkan status Kota Sungguminasa. Gagasan itu diungkapkan setelah mengamati kondisi saat ini dan merespons aspirasi warga.

"Selain karena Sungguminasa ini dekat dengan pusat niaga Kota Makassar, Sungguminasa sangat potensial menjadi kota penyangga perekonomian di area Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, Takalar). Jangan ragu dan percayakan kepada kami memimpin Sulsel jika kita ingin status Kota Sungguminasa ini terwujud," pungkasnya. [paw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini