Ajudan Wagub Sumut Berbagi Kisah Usai Sembuh dari Covid-19: Jangan Sampai Stres

Selasa, 7 April 2020 13:49 Reporter : Yan Muhardiansyah
Ajudan Wagub Sumut Berbagi Kisah Usai Sembuh dari Covid-19: Jangan Sampai Stres Ori Kurniawan. ©2020 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Ori Kurniawan (25), ajudan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah telah dinyatakan sembuh dari virus corona (Covid-19). Dia pun berbagi pengalamannya sejak merasakan gejala hingga dua kali dinyatakan negatif penyakit itu.

Pria yang akrab disapa Ori ini mengaku merasakan gejala tidak biasa sepulangnya dari Jakarta pada pertengahan Maret 2020. Dia merasa tak enak badan, lemas dan tenggorokannya sakit.

"Terus saya inisiatif minta izin sama Bapak (Musa Rajekshah) 'Pak saya enggak masuk besok, saya enggak enak badan. 'Oh ya sudah', terus disuruh Bapak cek," cerita Ori.

Pemeriksaan pun dijalaninya. Beberapa hari kemudian Dinas Kesehatan melalui staf kantor gubernur menyampaikan dia positif Covid-19. "Shock lah saya. Tapi di situ saya (menyadari) harus tenang, jangan saya sampai shock nanti akan semakin memperburuk keadaan," tuturnya.

Musa Rajekshah kemudian menghubungi Ori dan mengabarkan dia akan dibawa ke RSUP H Adam Malik. Malam harinya, tenaga medis berpakaian APD lengkap datang menjemputnya menggunakan ambulans.

Sejak itu, Ori dirawat dan isolasi di RSUP H Adam Malik. Dia mengaku mendapat pelayanan yang sangat baik. Kondisi tubuhnya rutin dicek. Tenaga medis terus memberinya semangat.

1 dari 1 halaman

Selama dalam perawatan dan masa isolasi, Ori mengaku sempat depresi dan jenuh. Fase itu dia rasakan memasuki hari kelima isolasi.

Namun, Ori menyadari depresi atau stres hanya membuat daya tahan tubuh menurun. Dia tetap berupaya berpikir positif dan harus tetap bahagia.

"Saya habiskan (waktu) dengan menelepon orang terdekat saya. Mereka men-support saya, menyemangati. Doa dan salat. Saya juga main game dan menonton (film) buat menghilangkan kejenuhan," paparnya.

Ori tak berkomunikasi panjang dengan para dokter dan perawatnya. Dia hanya menanyakan kondisinya dan kapan bisa pulang. Itu dilakukan menggunakan Whatsapp. Jawaban yang didapatnya selalu men-support-nya untuk tetap semangat.

Saat menjalani perawatan, Ori terus mendapat asupan vitamin. Kondisi tubuhnya terus membaik. Karena kondisinya membaik, Ori pun menjalani pemeriksaan kembali.

Dua kali kali tes, hasilnya negatif. Dia pun dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, Senin (6/6). Namun, tim medis tetap mengingatkannya untuk tetap mengisolasi diri selama 14 hari.

Isolasi mulai dilakukan Ori di rumahnya, kawasan Pasar II Setia Budi. Di tempat itu dia memang tinggal sendirian. Meski menyadari ada tetangganya yang terlihat khawatir, namun tidak ada yang mengucilkannya. Bahkan mereka menanyakan kondisinya.

"Jadi pusat perhatianlah. Mereka tanya, 'Sudah sembuh Ori?', (saya jawab) 'sudah Bu'," sebutnya.

Setelah sembuh, Ori mengucapkan terima kasih kepada tenaga medis yang telah merawat dan memberinya dukungan. "Mereka sebagai garda terdepan menghadapi corona. Mereka berjuang sekali, mereka sangat bagus," pujinya.

Kepada pasien yang dinyatakan positif Covid-19, Ori berpesan untuk terus berpikir positif dan banyak berdoa. Dia menganjurkan untuk berkomunikasi dengan orang terkasih.

"Jangan sampai stres, positif thinking hadapi virus ini, berjuang kita. Tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan, kecuali kematian," tutupnya. [ray]

Baca juga:
Seorang ASN Pemkot Serang Berstatus PDP Covid-19 Meninggal Dunia
Ombudsman DKI Minta Anies Terbitkan Landasan Hukum dan Program Selama PSBB
Bocah Positif Corona Meninggal Karena Syok DSS, Ini Penjelasan IDI
Pesan Prabowo untuk Riza Patria Setelah Terpilih Jadi Wagub DKI
Tiba di Solo, 5 Pemudik asal Bandung Dijemput ke Lokasi Karantina

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini