Airlangga jadi Ketum, Golkar buka peluang cabut dukungan Pansus Angket KPK

Rabu, 20 Desember 2017 15:14 Reporter : Hari Ariyanti
Airlangga jadi Ketum, Golkar buka peluang cabut dukungan Pansus Angket KPK Munaslub Golkar. ©2017 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto memiliki visi membawa perubahan bagi Golkar. Salah satunya berkomitmen menjadikan Golkar partai yang bersih agar kepercayaan publik kembali pulih.

Di satu sisi, Fraksi Partai Golkar di DPR mendukung Pansus Angket KPK. Pansus Angket ini sejak awal menuai pro kontra karena dinilai dapat melemahkan fungsi KPK dalam memerangi KKN di negara ini.

Terkait kemungkinan pencabutan dukungan terhadap Pansus Angket KPK, Ketua DPP Partai Golkar Aziz Syamsuddin mengatakan akan berkonsultasi dan menyesuaikan dengan kebijakan partai.

"Mekanisme itu kan dua kali masa sidang. Ini sudah terlewati masa sidang dan tentu nanti akan berkoordinasi dengan Ketum apabila nanti hal-hal itu sudah dirasakan nanti akan kita cabut saja. Kita hentikan untuk hak angket pansus itu," jelasnya, Rabu (20/12).

Nama Aziz Syamsuddin juga digadang-gadang akan menggantikan posisi mantan Ketum Golkar Setya Novanto sebagai Ketua DPR. Namun dikhawatirkan dia tak bisa berakselerasi dengan program Jokowi, terkait ini dia mengatakan saat menjabat Ketua badan Anggaran, dirinya telah menjalin kerjasama dengan Menteri Keuangan terkait program pemerintah.

"Dan selama saya menjadi Ketua Badan Anggaran berjalan baik dan tidak ada hal-hal yang bisa dikonfirmasi oleh Ibu Menkeu dan program-program pemerintah kita melakukan akselerasi dengan partai-partai yang ada, 10 fraksi yang ada di dalam Banggar dan Alhamdulillah berjalan lancar," ujarnya.

Sebagai kader partai, Aziz menegaskan telah berkomitmen mendukung Jokowi sebagai Presiden dua periode.

"Saya juga berkomitmen sebagai kader partai untuk membantu melancarkan program Bapak Presiden dan turut mensukseskan bagaimana pemenangan Pileg dan Bapak Jokowi untuk periode kedua di tahun 2019," jelasnya.

Dengan Airlangga menjadi ketua umum, posisi Korbid Perekonomian DPP Partai Golkar saat ini kosong. Aziz mengaku jika diminta mengisi posisi itu akan menerima karena sesuai bidangnya.

Pengalamannya sebagai Ketua Banggar DPR selama 1,5 tahun menurutnya sesuai dengan posisi itu. Namun dia mengatakan belum ada pembicaraan terkait itu. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini