AHY desak pemerintah prioritaskan rakyat ketimbang TKA

Minggu, 10 Juni 2018 07:35 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
AHY desak pemerintah prioritaskan rakyat ketimbang TKA AHY di Istana Maimun. ©2018 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan orasi politik bertajuk 'Dengarkan Suara Rakyat' di Hall Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (9/6). AHY berujar bahwa rakyat kecewa soal Tenaga kerja Asing (TKA) yang menurutnya merugikan pekerja di Indonesia.

"Isu lain yang saya temui adalah kekhawatiran tentang Tenaga Kerja Asing (TKA). Kaum buruh dan pekerja yang saya temui di lapangan, mengkritisi Perpres No. 20 tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing, yang dirasakan kurang berpihak pada mereka," katanya saat berorasi di Hall JCC.

Dia menambahkan, kunjungannya dari Kendari, Sulawesi Tenggara melihat betapa banyak TKA yang bekerja di sana. Bukan hanya sebagai tenaga ahli atau dalam kapasitas manajerial, tetapi juga pada tingkatan buruh, supir dan pekerja lapangan lainnya. AHY berujar, pekerjaan-pekerjaan ini seharusnya mampu dilakukan oleh tenaga kerja Indonesia.

"Ini dikonfirmasi oleh hasil investigasi Lembaga Ombudsman tahun 2017, terkait isu TKA ilegal di berbagai provinsi. Ombudsman menemukan terjadinya diskriminasi perlakuan, hingga gaji yang tidak berimbang antara TKA dan tenaga kerja lokal untuk jenis pekerjaan yang sama. Bayangkan, dalam sebulan, supir TKA dapat 15 juta rupiah, sedangkan, supir tenaga kerja kita hanya dapat lima juta rupiah saja," tuturnya.

Putra keenam Presiden RI ini pun menegaskan, semestinya pemerintah bersikap adil. AHY tak ingin pemerintah tak memprioritaskan kepentingan bangsa Indonesia.

"Saya tekankan, ini soal rasa keadilan. Kita wajib mendahulukan hak rakyat, memperoleh kesempatan kerja di negeri sendiri. Kita tidak anti asing, tapi kita tidak terima jika rakyat dikalahkan, dinomorduakan atau hanya jadi penonton di negeri sendiri," tandasnya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini