Ahmad Sahroni Kembali Polisikan Adam Deni Terkait Tudingan Suap Rp30 Miliar

Jumat, 1 Juli 2022 10:07 Reporter : Nur Habibie
Ahmad Sahroni Kembali Polisikan Adam Deni Terkait Tudingan Suap Rp30 Miliar Ahmad Sahroni. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni kembali melaporkan pegiat media sosial Adam Deni. Laporan ini dibuat di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis (30/6), pada pukul 22.10 Wib.

"Iya benar (Ahmad Sahroni laporkan Adam Deni)," kata Pengacara Ahmad Sahroni, Arman Hanish saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (1/7).

Ahmad Sahroni memberikan penjelasan mempolisikan Adam Deni lewat akun Instagramnya. Dia mengatakan laporan itu dilakukan terkait tuduhan Adam Deni bahwa dirinya membungkam orang lain dengan uang senilai Rp30 miliar.

"Mulutmu harimaumu. Per hari ini saya melaporkan manusia yang menuduh saya membungkam pihak-pihak terkait dengan jumlah senilai Rp30 M hanya untuk membungkam. Ada pula wanita yang ngaku dekat sama saya, astaga liatnya aja saya mau Mu..... Ah. Sadar Woii," tulis Ahmad Sahroni.

"Anda berkata-kata seenak jidad, tapi Anda enggak sadari bahwa perkataan Anda bisa menyebabkan diri Anda kena masalah hukum lanjutan. Mari kita saksikan bersama atas sikapnya sendiri di mata hukum. Salam sehat," sambungnya.

Arman membenarkan laporan yang dilayangkan kliennya kali ini terkait tuduhan menyuap Rp30 miliar.

"Iya (laporan terkait Rp30 miliar)," ujar Arman.

ahmad sahroni polisikan adam deni
©2022 Merdeka.com

Dalam laporan yang teregistrasi dengan nomor STTL/221/VI/2022/Bareskrim, Adam Deni dianggap melakukan tindak pidana pencemaran nama baik. Adam Deni dilaporkan dengan Pasal 310 KUHP dan/atau fitnah Pasal 311 KUHP dan/atau menyebarkan berita bohong pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

Adam Deni diduga melakukan tindakan pidana pencemaran nama baik pada Selasa, 28 Juni 2022 sekitar pukul 17.00 WIB, di PN Jakarta Utara JI. Gajah Mada No.18, RT.3/RW.1.

2 dari 2 halaman

Adam Deni Divonis 4 Tahun Penjara

Hakim Ketua Rudi Kindarto telah memvonis terdakwa Adam Deni dan Ni Made Dwita Anggari empat tahun penjara terkait kasus pelanggaran informasi dan transaksi elektronik (ITE). Sidang putusan ini digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (28/6).

"Mengadili, menyatakan terdakwa Adam Deni Gearaka dan Ni Made Dwita terbukti secara sah dan meyakinkan telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja, tanpa hak melawan hukum dengan cara apapun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, memindahkan dan menyembunyikan suatu dokumen elektronik orang lain yang bersifat rahasia yang mengakibatkan terbukanya suatu informasi yang bersifat rahasia," kata Hakim Ketua Rudi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (28/6).

Tak hanya dijatuhi hukuman selama empat tahun penjara saja, melainkan juga dikenakan denda sebesar Rp1 miliar.

"Menjatuhkan pidana, oleh karena itu kepada terdakwa 1 Adam Deni dan terdakwa 2 Ni Made masing-masing dengan pidana penjara 4 tahun, denda masing-masing Rp1 miliar. Jika tidak dibayar, diganti kurungan 5 bulan," ujarnya. [rnd]

Baca juga:
Ketika Calon Hakim dan Sahroni Berdebat Soal Main Golf jadi Ajang Transaksi Korupsi
Hakim Vonis Adam Deni dan Ni Made 4 Tahun Penjara
Kapolda Metro Minta Sirkuit Formula E Jadi Lintasan Street Race, Ini Kata Sahroni
Kumpulkan Denda Tilang Rp639 M, Komisi III Nilai ETLE Efektif Hindari Suap
Komisi III DPR Minta Polri dan TNI Usut Sumber Amunisi KKB Di Papua

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini