Ahmad Dhani: Semoga tidak ada skenario Golkar Perjuangan

Selasa, 17 Maret 2015 10:28 Reporter : Al Amin
Ahmad Dhani: Semoga tidak ada skenario Golkar Perjuangan Ahmad Dhani. ©2013 Merdeka.com/kapanlagi

Semoga tidak ada skenario penyerangan terhadap kantor Golkar (kantor PDI 1996) dan akhirnya lahir Golkar Perjuangan...semoga tidak terulang


- Ahmad Dhani

Merdeka.com - Kisruh Partai Golkar di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) semakin meruncing setelah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) mengesahkan kepengurusan Golkar Munas Ancol yang dipimpin oleh Agung Laksono. Menyikapi putusan tersebut, kubu pendukung Aburizal Bakrie (Ical) akan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar jika proses hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Barat ditolak.

Strategi yang diambil kubu Ical saat ini adalah menyerang melalui tiga sisi, yaitu langkah hukum di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, langkah politik melalui Koalisi Merah Putih (KMP) yang tetap solid memberikan dukungan, dan melalui proses pidana di Mabes Polri.

Seolah tidak mau kalah, Agung Laksono langsung bergerak cepat. Mantan Menko Kesra itu melakukan safari politik ke sejumlah ketua umum parpol seperti Wiranto, Surya Paloh dan Megawati Soekarnoputri. Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Agung Laksono, Yorrys Raweyai mengatakan siapa pun yang memimpin Golkar harusnya paham dengan platform partai yakni membangun bangsa dengan ikut bergabung dengan pemerintah.

Musisi Ahmad Dhani mengatakan, kondisi terpecahnya Golkar menjadi dua kubu mengingatkannya pada kondisi Partai Demokrasi Indonesia (cikal bakal PDI Perjuangan) zaman Orde Baru. Pada Kongres PDI di Medan pada tahun 1996, PDI dipecah dua saat pemerintah mendongkel Megawati Soekarnoputri dari kursi ketua umum dan memilih Soerjadi.

Pernyataan tersebut ditulis Dhani melalui akun Twitter-nya, Selasa (17/3), "Semoga tidak ada skenario penyerangan terhadap kantor Golkar (kantor PDI 1996) dan akhirnya lahir Golkar Perjuangan...semoga tidak terulang."

Lebih lanjut, Dhani mengingatkan agar pemerintah sekarang tidak melakukan aksi yang disebutnya sebagai balas dendam. Sejarah buruk, lanjutnya, sebaiknya jangan sampai diulang.

"Ataukah ini hanya balas dendam semata???sejarah buruk seyogyanya jangan diulang...Jangan sekali2 mengulang sejarah buruk (JasMeRahBu)." [amn]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini