Ahli Mikrobiologi: Jangan Kaget Masih Bisa Terpapar Covid-19 Meski Sudah Divaksinasi

Selasa, 12 Januari 2021 18:24 Reporter : Irwanto
Ahli Mikrobiologi: Jangan Kaget Masih Bisa Terpapar Covid-19 Meski Sudah Divaksinasi Ilustrasi Vaksin Covid-19. ©2020 REUTERS

Merdeka.com - Hasil uji klinis yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap vaksin Sinovac direspons positif ahli Mikrobiologi Universitas Sriwijaya Palembang Profesor Yuwono. Hanya saja, masih besar kemungkinan orang terpapar meski sudah divaksin.

Yuwono menyebut keampuhan vaksin Sinovac sebesar 65,3 persen berbeda dengan hasil uji klinis terhadap vaksin yang sama di beberapa negara. Seperti di Brazil mendapatkan keampuhan sebesar 91,25 persen dan Turki 78 persen.

"Versi BPOM keampuhan vaksin Sinovac di angka 65,3 persen. Dan saya pikir sudah boleh digunakan sesuai standar World Health Organization (WHO) harus di atas 50 persen," ungkap Yuwono, Selasa (12/1).

Dengan keampuhan tersebut, kata dia, orang yang sudah divaksin kemungkinan masih dapat tertular virus corona. Asumsinya dari 100 orang yang divaksin, 35 orang diantaranya masih rentan terpapar.

"Jangan kaget jika masih bisa terpapar walaupun sudah divaksin karena keampuhannya 65,3 persen," ujarnya.

Yuwono menjelaskan, tingkat keampuhan suatu vaksin diukur dari keamanan, imunogenisitas yang dihasilkan mampu memicu antibodi berkisar 90 persen usai disuntik, dan afeksi keampuhan itu sendiri.

"Artinya orang tidak akan mengalami gejala berat setelah divaksin," kata dia.

Karena itu, pemerintah segera mensosialisasikan izin Emergency use authorization (EUA) atau otorisasi penggunaan darurat dari BPOM kepada maayarakat. Pemberian vaksin tidak boleh sembarangan atau vaksin hanya diberikan kepada orang yang belum pernah terpapar Covid-19.

"Orang yang sudah terjangkit tidak lagi masuk prioritas untuk divaksin karena di dalam tubuhnya sudah terdapat antibodi spesifik. Orang-orang yang mau divaksin harus benar-benar secara clear," terangnya.

Yuwono sendiri masih mempertimbangkan pemberian vaksin Sinovac di Rumah Sakit Pusri Palembang yang dipimpinnya. Namun secara pribadi karena berstatus sebagai dokter, dia menyatakan siap divaksinasi pada tahap pertama.

"Sekarang tinggal tergantung prioritas dan pemberitahuan pemerintah ke saya untuk divaksinasi," pungkasnya. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini