KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Ahli bahasa nilai pidato Ahok di Kepulauan Seribu bukan kampanye

Selasa, 21 Maret 2017 12:41 Reporter : Fikri Faqih
sidang ahok ke-15. ©2017 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama kembali digelar. Kubu Ahok, sapaan Basuki, menghadirkan saksi yakni ahli bahasa Rahayu Sutiarti.

Rahayu menilai tak ada unsur kampanye dalam pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Di pidato itulah Ahok menyinggung surat Al Maidah 51.

Rahayu menjelaskan, penilaiannya tersebut merujuk kepada Kamus Bebas Bahasa Indonesia. Sebab arti kampanye sendiri adalah kegiatan yang dilakukan calon yang bersaing memperebutkan kedudukan untuk mendapatkan dukungan massa pemilih.

"Meski massa kampanye tapi tidak ada sama sekali, kalimat yang memberi kesan bahwa itu berkampanye," katanya di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (21/3).

Dosen Universitas Indonesia ini mengaku telah menyaksikan video pidato tersebut secara utuh saat diperiksa di Bareskrim Mabes Polri. Dia menilai‎, pidato yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta non-aktif itu berisikan soal pemaparan program budidaya perikanan.

"Justru yang dikampanyekan adalah program perikanan. Pembicara hanya meyakinkan pendengarnya dengan sejumlah kata-kata yang dianggap menguatkan argumennya," terangnya.

Adapun penggalan kalimat Ahok yang dipermasalahkan adalah sebagai berikut;

"Itu hak bapak ibu, ya. Jadi kalau bapak ibu perasaan enggak bisa pilih nih, saya takut masuk neraka dibodohin gitu ya, enggak apa-apa, karena ini kan panggilan pribadi bapak ibu..."

Sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama kembali digelar. Kubu Ahok, sapaan Basuki, menghadirkan saksi yakni ahli bahasa Rahayu Sutiarti.

Rahayu menilai tak ada unsur kampanye dalam pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Di pidato itulah Ahok menyinggung surat Al Maidah 51.

Rahayu menjelaskan, penilaiannya tersebut merujuk kepada Kamus Bebas Bahasa Indonesia. Sebab arti kampanye sendiri adalah kegiatan yang dilakukan calon yang bersaing memperebutkan kedududukan untuk mendapatkan dukungan massa pemilih.

"Meski massa kampanye tapi tidak ada sama sekali, kalimat yang memberi kesan bahwa itu berkampanye," katanya di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (21/3).

Dosen Universitas Indonesia ini mengaku telah menyaksikan video pidato tersebut secara utuh saat diperiksa di Bareskrim Mabes Polri. Dia menilai‎, pidato yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta non-aktif itu berisikan soal pemaparan program budidaya perikanan.

"Justru yang dikampanyekan adalah program perikanan. Pembicara hanya meyakinkan pendengarnya dengan sejumlah kata-kata yang dianggap menguatkan argumennya," terangnya.

Adapun penggalan kalimat Ahok yang dipermasalahkan adalah sebagai berikut;

"Itu hak bapak ibu, ya. Jadi kalau bapak ibu perasaan enggak bisa pilih nih, saya takut masuk neraka dibodohin gitu ya, enggak apa-apa, karena ini kan panggilan pribadi bapak ibu..." [lia]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.