Ahli Bahasa Bisa Tentukan Denny Siregar Cemarkan Nama Baik Keluarga SBY

Selasa, 5 Mei 2020 16:53 Reporter : Bachtiarudin Alam
Ahli Bahasa Bisa Tentukan Denny Siregar Cemarkan Nama Baik Keluarga SBY denny siregar singgung almira putri AHY. ©2020 Merdeka.com/tangkapan layar twitter denny siregar

Merdeka.com - Cuitan pegiat media sosial (Medsos), Denny Siregar di Twitter sulit ditentukan mengandung unsur pidana atau tidak. Hal tersebut hanya bisa ditafsirkan oleh ahli bahasa.

Hal ini berkaitan dengan sindiran Denny kepada putri Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Almira Yudhoyono alias Aira.

Pakar hukum pidana Fachrizal Afandi menilai, tulisan Denny Siregar abu-abu. Tergantung reaksi dan penilaian para ahli. Dalam tulisan itu, Denny juga menyeret nama Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan kakek Aira.

"Pernyataan ini grey area, saya kira ahli bahasa yang bisa menilai apa ada unsur pencemaran nama baik atau tidak. Semisal kata 'cucu juga dikerahkan' ini bisa bermasalah. Seolah-olah keluarga SBY mensetting anak kecil untuk kepentingan politik," jelas Fachrizal saat dihubungi merdeka.com, Selasa (5/5).

Fachrizal menambahkan, tafsir perdebatan antara Denny Siregar dan Istri AHY, Anissa Pohan bisa dilayangkan melalui ahli bahasa, psikolog, dan ahli komunikasi. Untuk menilai, potensi apakah ada pencemaran nama baik dalam cuitan tersebut.

Dia pun mendorong, Annisa Pohan, ibu Aira yang merasa dirugikan bisa melaporkan Denny ke polisi. Sebab, dengan begitu baru bisa diketahui, apakah Denny cemarkan nama baik atau tidak.

"Dan tentu jika Anisa Pohan berniat mengadukan Denny, selain screenshoot cuitan Denny juga bisa dilihat reaksi publik melalui retweet cuitan postingan itu," sebutnya.

"Kalau arah retweet nya ke pencemaran nama baik, artinya cuitan Denny memang bertujuan ke arah itu," sambungnya.

Namun, kata Fachrizal, karena hal itu adalah delik aduan, maka polisi baru bisa menyidik dan memanggil ahli bahasa pasca ada aduan dari Anisa Pohan.

"Kalau terbukti bisa dikenakan penjara maks 4 tahun atau denda 750 ribu. Dengan Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU 19/2016 tentang ITE," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, perseteruan Denny dan Demokrat di awali dengan cuitannya yang menyinggung putri AHY dan Annisa Pohan. Denny menanggapi sebuah tautan berita yang berisi tentang Aira mengirim surat kepada Presiden Jokowi agar melakukan lockdown dengan harapan tak ada lagi korban yang jatuh akibat Covid-19.

"Bapak udah. Anak udah juga. Sekarang cucu juga dikerahkan.. Kalo ada cicit, cicit juga bisa ikutan minta lockdown," demikian cuitan Denny Siregar yang bikin geram Demokrat.

1 dari 3 halaman

Annisa Pohan Naik Pitam

Annisa kesal anaknya jadi bahan olok-olok buzzer pendukung Presiden Jokowi. Menurut Annisa, cuitan tersebut muncul karena Denny Siregar tidak membaca secara utuh berita terkait surat Almira tersebut.

"Teman-teman ini contoh manusia yang tidak membaca isi materi secara utuh. Jelas di situ adalah mengenai Almira yang mendapat tugas dari sekolahnya untuk membuat masukan kepada presiden mengenai memilih tentang lockdown. Dan konten ini adalah tentang hari pendidikan. Anda punya anak ga?" kata Annisa lewat akun twitternya, Senin (4/5).

Tak hanya itu, protes juga dia layangkan ke Presiden Joko Widodo. Kepada Jokowi, dia menegaskan tidak terima Almira yang diperlakukan demikian.

"Pak @jokowi saya sebagai seorang ibu dan warga negara bapak, saya protes thdp tindakan @Dennysiregar7 yang saya dengar seorang simpatisan bapak tapi membawa anak saya yg dibawah umur untuk dijadikan bahan olokan politik dia," tandasnya.

2 dari 3 halaman

Demokrat Berang

Politikus Demokrat pun menanggapi Denny di Twitter. Misalnya, Andi Arief. Dia berharap, ketum Demokrat AHY memaafkan Denny, yang dikenal sebagai buzzer pendukung, Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya berharap Ketum Demokrat @AgusYudhoyono punya keluasan hati memaafkan @dennysiregar7 yang telah melakukan kekerasan verbal virtual terhadap buah hatinya Aira. Bagi tentara, hidupnya dipertaruhkan buat negara dan buah hatinya. Tapi si Densi harus dicari, untuk tahu motifnya," cuitnya.

Terpisah, politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean juga angkat bicara. Menurutnya, Denny mempertontonkan perilaku tak patut kepada anak kecil yang punya motif politik.

"Denny Siregar telah mempertontonkan perilaku tak patut, barbar dan tidak punya kasih kepada anak-anak. Apapun ceritanya tulisan Almira dalam PR sekolahnya, itu adalah tulisan seorang anak kecil yang tak bermotif politik," kata Ferdinand lewat pesan, Senin (4/5).

3 dari 3 halaman

Denny Santai Saja

Dikecam, Denny tampak santai saja bahkan kembali membalas cuitan yang menyerbunya. Secara khusus kepada Annisa Pohan. Dia malah membandingkan Annisa dengan ibu negara Iriana Jokowi.

"Bu Iriana @jokowi adalah istri yang kuat. Mau suaminya diejek dan anaknya distempel apapun, dia tetap tegar. Itulah kenapa suaminya jadi Presiden. Krn dia wanita hebat. Lha, ini @AnnisaPohan anaknya kecolek dikit, bapernya smp ke sebrang lautan. Katanya pengen jd ibu negara," tulis Denny, dilihat Selasa (5/5).

Denny juga menyindir para politikus Demokrat yang tiba-tiba menyerang dirinya. Dengan menyinggung nama Andi Arief, Ferdinand Hutahaen, Didik Mukrianto, Jansen Sitindaon, hingga Rachland Nashidik.

"Hampir semua petinggi Partai Demokrat turun lapangan untuk nyerang gua...Nyonya besar lagi ngamuk soalnya," tulis Denny sembari mention beberapa politikus Demokrat. [rnd]

Baca juga:
Pakar: Olok-olok Denny Siregar Bisa Ganggu Mental Putri AHY
Denny Siregar vs Demokrat, Jokowi Dinilai Masih Butuh Buzzer
Denny Siregar Cuma Sindir Anak AHY, Tak Ada Unsur Pidana
Annisa Pohan Kesal Singgung Mulut Dicabein, Denny Siregar Sebut 'Nyonya Besar Ngamuk'
Denny Siregar Bikin Berang Demokrat, AHY Malas Tanggapi
Demokrat: Cuitan Denny Siregar Soal Almira Yudhoyono Masuk Kekerasan Anak

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini