Agum Ajak Purnawirawan TNI & Polri Bersatu, Lupakan Perbedaan di Pilpres 2019

Senin, 29 Juli 2019 11:16 Reporter : Hari Ariyanti
Agum Ajak Purnawirawan TNI & Polri Bersatu, Lupakan Perbedaan di Pilpres 2019 Agum Gumelar. ©2018 Istimewa

Merdeka.com - Jenderal (Purnawirawan) Agum Gumelar menghadiri silaturahmi purnawirawan TNI di Kementerian Pertahanan. Agum mengajak TNI untuk memperkuat soliditas dengan Polri.

"Saya rasa sesuatu yang mutlak harus kita jaga adalah soliditas TNI dan Polri. Karena dengan terciptanya soliditas TNI dan Polri, sebesar apapun ancaman terhadap negeri ini tidak akan mampu menghancurkan NKRI sebagai mana yang saya sampaikan tadi," jelasnya di Gedung AH Nasution, Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (29/7).

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini juga mengajak seluruh purnawirawan TNI baik Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, maupun polisi untuk bersatu pasca-Pilpres 2019. Perbedaan pilihan politik saat Pilpres hendaknya dilupakan.

"Jadi saya sangat ingin mengajak seluruh purnawirawan darat, laut, udara dan polisi bersatu lagi. Bahkan perbedaan-perbedaan masa kemarin kita menyongsong masa depan," pesannya.

Agum mengatakan ada upaya untuk memecah TNI dan Polri. Upaya ini juga muncul saat kerusuhan 22 Mei lalu.

"Ya upaya untuk memecah belah TNI dan Polri itu kita bisa lihat dong. Kita bisa rasakan dong. Coba kemarin pas unjuk rasa itu, 'Polisi musuh kita, TNI kawan kita'. Itu kan upaya untuk memecah belah. Di sinilah perlu kewaspadaan kita. Ini tematiknya komunis dulu ya begitu, memecah belah. Nah ini harus kita waspadai. Gitu loh," kata dia.

Namun demikian dia mengapresiasi kinerja Panglima TNI dan Kapolri dalam menghadapi situasi pascapengumuman Pilpres pada Mei lalu. Menurutnya, Panglima TNI dan Polri berhasil menciptakan dan memperkuat soliditas.

"Saya lihat Panglima TNI dan Kapolri ini sudah berupaya menciptakan soliditas. Bagus sekali. Jadi kekompakan TNI dan Polri sudah diperlihatkan dalam pelaksanaan tugas-tugas masa kemarin ini. Sekarang tinggal ke depan terus dijaga," ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, purnawirawan TNI maupun Polri memiliki tugas bersama yaitu mengawal pemerintahan terpilih sampai 2024. Namun tak hanya itu, tugas terberat adalah menjaga bangsa dan negara dari ancaman gerakan yang ingin mengganti NKRI dan Pancasila.

"Terus kepada seluruh purnawirawan saya tadi juga mengajak ya untuk sudahlah masa yang lalu kita lupakan jadi kenangan masing-masing, tapi sekarang kita lihat ke depan. Tugas kita bukan saja sekadar mengawal pemerintahan terpilih nanti sampai 2024, tapi yang lebih besar lagi adalah menjaga keutuhan bangsa dan negara dari ancaman gerakan yang sifatnya radikal. Radikal itu bisa radikal kiri, bisa radikal kanan," pungkasnya. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini