KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Agar tak dibajak, Jonan minta Filipina kawal kapal Indonesia

Selasa, 19 April 2016 17:36 Reporter : Faiq Hidayat
Jonan di Terminal Solo. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta kapal niaga atau kapal tongkang Indonesia yang ingin pulang dari Filipina dikawal angkatan bersenjata Filipina. Hal itu untuk mencegah penyanderaan yang dilakukan kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina.

"Bahwa ini ada 6 kapal niaga kapal tongkang batu bara yang ada di wilayah perairan Filipina, itu kami sarankan kalau mau pulang ke Indonesia saat ini lebih baik ada jaminan pengawalan dari militer Filipina lalu dijemput militer Indonesia. Kalau tidak ada (pengawalan), kami sarankan tidak kembali dulu ke sini," kata Jonan usai bertemu Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (19/4).

Menurutnya, jika 6 kapal niaga dan kapal tongkang mau pulang ke Indonesia lebih baik memilih rute lain. Dia juga menyarankan jalur pelayaran Indonesia menuju Filipina diubah. "Kalau dikasih tahu nanti perompak tahu," kata dia.

Lanjut dia, saat ini Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi sedang membahas kesepakatan patroli laut bersama Filipina. Dia berharap pengamanan laut di perbatasan perairan Filipina ditingkatkan agar tak terjadi penculikan atau penyanderaan.

Dia juga enggan menambah anggaran untuk pelayaran. "Kalau diculik costnya lebih besar," tandasnya. [hhw]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.