Adnan Buyung dan Sri Soemantri terima Anugerah Yamin

Sabtu, 31 Mei 2014 22:37 Penulis : Sidik Pramono
Adnan Buyung dan Sri Soemantri terima Anugerah Yamin Adnan Buyung Nasution menerima Anugrah Yamin. ©2014 Merdeka.com/Sidik Pramono

Merdeka.com - Pakar hukum tata negara senior Adnan Buyung Nasution dan Prof. Sri Soemantri Martosoewignjo ditetapkan menjadi penerima Anugerah Konstitusi Muhammad Yamin 2014. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh yang dinilai sudah memberikan sumbangsih pemikiran bagi pemajuan nilai-nilai konstitusionalisme di Indonesia.

Adnan Buyung yang juga advokat senior pendiri Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia menjadi penerima anugerah untuk kategori karya monumental. Sementara Sri Soemantri yang Guru Besar Emeritus Fakultas Hukum Universitas Padjajaran menjadi penerima penghargaan untuk kategori lifetime achievement. Penerima penghargaan Anugerah Yamin lainnya adalah Budiman Tanuredjo yang kini Wakil Pemimpin Redaksi Kompas untuk kategori karya jurnalistik.

Penyerahan Anugerah Konstitusi Muhammad Yamin 2014 diselenggarakan di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Sabtu (31/5/2014) malam. Hadir dalam acara ini antara lain Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, dan Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf.

Acara Anugerah Konstitusi tersebut merupakan bagian dari rangkaian Konferensi Nasional Hukum Tata Negara yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) Padang dan berlangsung sejak Kamis (29/5/2014) malam.

Dewan juri untuk Anugerah Konstitusi Muhammad Yamin ini  adalah Yudi Latif, Anhar Gonggong, Laica Marzuki, Yuliandri, Ni'matul Huda, dan Zainal Arifin Mochtar.

Adnan Buyung dipilih untuk kategori karya monumental berkat disertasinya yang mengungkap apa sebenarnya yang telah dilakukan Konstituante. Menurut Anhar Gonggong, disertasi Buyung telah mengubah pandangan sejarah bahwa Konstituante itu gagal.

"Tapi sebenarnya itu digagalkan," ujar Zainal Arifin Mochtar..

Sementara Sri Soemantri terpilih berkat kiprah dan kontribusinya selama ini dalam perkembangan hukum tata negara Indonesia, termasuk dalam posisinya sebagai anggota Konstituante dan juga Ketua Komisi Konstitusi.

"Prof Sri Soemantri adalah orang pertama yang berbicara soal perubahan konstitusi," sebut Zainal.

Sementara kategori Jurnalis Konstitusi diberikan kepada wartawan aktif yang melakukan aktivitas jurnalisme terkait konstitusi secara berkesinambungan dalam waktu minimal 5 tahun. Budiman Tanuredjo dinilai konsisten dalam menuliskan soal-soal konstitusionalisme, termasuk lima buku hasil tulisannya yang bertemakan hukum, hak asasi manusia, dan ketatanegaraan.

Direktur PUSaKO Prof Saldi Isra menyebutkan, Anugerah Konstitusi Muhammad Yamin sekaligus untuk mengingat jasa besar pahlawan nasional Muhammad Yamin sebagai pemikir hukum tata negara dan pemikir besar desain negara ini yang melewati zamannya. Upaya ini berangkat dari keprihatinan luar biasa karena kian hari orang kian melupakan jasa para pendiri Republik Indonesia.

"Jika orang besar kian dilupakan, bangsa ini akan kehilangan akarnya," ujar Saldi. [tyo]

Topik berita Terkait:
  1. Adnan Buyung
  2. Penghargaan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini