Ada penolakan dari warga, Satpol PP eksekusi paksa lahan di Solo

Kamis, 11 Oktober 2018 10:48 Reporter : Arie Sunaryo
Ada penolakan dari warga, Satpol PP eksekusi paksa lahan di Solo Anggota Satpol PP melakukan pembongkaran rumah warga di Solo. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Ratusan petugas Satpol PP dibantu Polri dan TNI melakukan eksekusi sejumlah rumah di lahan hak pakai (HP) Pemkot 105, di Kelurahan Jebres, Solo, Kamis (11/10). Upaya eksekusi yang sudah direncanakan lama tersebut mendapatkan penolakan warga.

Warga mengadang petugas Satpol PP. Menurut para penghuni, eksekusi tersebut tidak sesuai dengan peraturan. Warga mengatakan, saat ini kasus sengketa lahan tersebut masih berproses di Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah (KIP) Jateng. Kendati demikian, ratusan anggota Satpol PP berkeras melakukan pengosongan.

Ratusan petugas gabungan tiba di lokasi pukul 08.20 WIB. Mereka telah menyampaikan pemberitahuan kepada warga untuk segera melakukan pengosongan karena lahan akan dirobohkan. Pengumuman tersebut langsung direspons warga dengan penolakan. Meski mendapat penolakan, petugas tidak menghentikan proses eksekusi.

Tim gabungan langsung mengeluarkan barang-barang milik warga yang masih ada di dalam rumah dan selanjutnya dilakukan pembongkaran.

"Pembongkaran paksa ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Proses di KIP itu tidak ada kaitannya dengan pembongkaran," ujar Kepala Satpol PP, Sutarja.

Menurut dia, proses yang sedang berjalan di KIP tidak berkaitan dengan Pemkot Solo, melainkan antara warga dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sehingga, proses pembongkaran paksa tetap dilakukan. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Sengketa Lahan
  2. Surakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini