Ada KUR Pariwisata Berbunga 7 Persen Loh, Siapa Mau?

Senin, 1 April 2019 10:57 Reporter : Marissa Priscilla
Ada KUR Pariwisata Berbunga 7 Persen Loh, Siapa Mau? Workshop Sosialisasi KUR di Nias Utara. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Investasi dan pembiayaan di sektor pariwisata, menjadi bahasan utama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) saat menggelar Workshop Sosialisasi KUR di Nias Utara, Sabtu (30/3). Bahasannya dibuat simpel. Tak bertele-tele. Semua fokus mengarah ke penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pariwisata.

Asdep Pengembangan Destinasi Regional I, Lokot Ahmad Enda, langsung mengutus Kabid Pengembangan Destinasi Area I Widjanarko dan Kasubid Bidang Pengembangan Destinasi Area I B Andhy Marpaung ke Nias Utara. Misinya jelas. Dua-duanya diamanatkan mengajak pelaku usaha pariwisata Nias Utara untuk memanfaatkan dana pinjaman KUR Pariwisata.

Lantas mengapa harus KUR? Mengapa juga harus menyentuh Nias Utara?

"Yang pertama, bunga pinjamannya sangat rendah. Hanya 7 persen, dan itu flat. Yang kedua, pinjaman tidak membutuhkan agunan. Itu hanya bisa dinikmati di pariwisata," ujar Kabid Pengembangan Destinasi Area I Widjanarko, yang diamini Andhy Marpaung, Minggu (31/3).

Bila dibandingkan dengan pinjaman biasa, bunga 7 persen memang sangat rendah. Jauh di bawah angka 13-14 persen yang dipatok pinjaman biasa. Apalagi, itu bisa didapat tanpa menyertakan agunan. "Agunannya ya usaha pariwisata," timpal Andhy Marpaung.

Pertanyaan berikutnya, sektor usaha apa saja yang bisa menikmati KUR? Dan berapa dana yang bisa didapatkan untuk mengembangkan usaha?

Ternyata, jumlah usahanya lumayan banyak. Jumlahnya mencapai 12 bidang usaha sektor pariwisata. Bestamo Lahago, suvervisor bagian kredit Program KUR Ritel Bank BRI Cabang Nias, ikut angkat bicara.

"Total ada 12 bidang usaha. Dari sektor daya tarik wisata, jasa transportasi wisata, jasa perjalanan wisata, jasa makanan dan minuman, penyediaan akomodasi, penyelenggara kegiatan hiburan dan rekreasi, semua bisa dapat KUR. Begitu juga penyelenggaraan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition, Red), jasa informasi pariwisata, jasa konsultan pariwisata, usaha jasa pramuwisata, wisata tirta, serta industri kerajinan dan pusat oleh oleh," jelas Bestamo.

Bazishoki Hulu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Nias Utara langsung sumringah. Kendala dana yang selama ini jadi persoalan, diyakini akan langsung terselesaikan. "Para pengusaha kecil dan menengah yang bergerak di bidang pariwisata bisa naik kelas. Ini sangat bagus untuk menggerakkan ekonomi masyarakat," tutur Bazishoki Hulu.

Imbasnya diyakini akan terasa sampai destinasi. Wisata bahari keren seperti Tureloto Beach, Pantai Gawu Soyo, Pantai Toyolawa, Pantai Pasir Berbisik dan Pantai Teluk Bengkuang, bisa makin kinclong lantaran ada dana segar yang bisa dimanfaatkan untuk mempercantik destinasi.

"Ini harus dimanfaatkan. Dulu butuh minimal dua tahun usaha sebelum bisa mendapatkan KUR. Sekarang tinggal enam bulan. Saya minta ke Bank Indonesia agar bisa menurunkan sampai tiga bulan agar yang baru memulai usaha bisa ikut menikmati KUR," timpal Anggota Komisi X DPR RI Salomo Parlindungan Hutabarat.

Menpar Arief Yahya juga ikutan happy. Dengan KUR, para pengusaha kecil dan menengah yang bergerak di bidang pariwisata bisa cepat naik kelas. "Negara harus hadir untuk memfasilitasi para pelaku industri pariwisata agar mudah mendapatkan akses pembiayaan. KUR Pariwisata adalah salah satu bentuknya. Ingat, hasil yang luar biasa hanya bisa dicapai dengan cara yang tidak biasa!" ucap Menpar Arief Yahya. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini