Ada Kebijakan One Way, Pemudik Asal Depok Sempat Alami Kemacetan

Minggu, 9 Juni 2019 08:32 Reporter : Nur Habibie
Ada Kebijakan One Way, Pemudik Asal Depok Sempat Alami Kemacetan Kepadatan di Gerbang Tol Cikampek Utama. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah melakukan sistem one way pada arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. One way dilakukan untuk mengurangi adanya kepadatan lalu lintas.

Salah seorang pemudik asal Depok, Saiful Riswanto (28) mengaku, ada sistem satu arah tersebut perjalanan menuju Semarang, Jawa Tengah, menjadi lancar.

"One way dari KM 90 sampe arah Semarang. Alhamdulillah di tol enggak terlalu macet dengan adanya penutupan gerbang Tol Cikarang sama dibuat one way," kata Saiful kepada merdeka.com, Minggu (9/6).

Meskipun begitu, dia mengaku, sempat terjebak dengan kemacetan selama berjam-jam. Namun, menurutnya, itu hal yang wajar terjadi pada saat arus mudik Lebaran.

"Kena macet keluar Tol Pejagan dari Bumiayu sampe Linggapura kurang lebih 2-3 jam," ujarnya.

Saiful menegaskan, selama perjalanan mudik pada Senin (3/6) lalu. Tidak terlalu adanya terjadi kemacetan hingga berpuluh-puluh meter.

"Perjalanan di tol tidak terlalu macet, mungkin karena arus pemudik lainnya berangkat sebelum H-2," jelasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, dengan adanya satu infrastruktur trans Jawa. Sangat membantu masyarakat dalam melakukan mudik Lebaran.

"Arus mudik dengan adanya menuju ke Jawa Timur ke Jawa Tengah semua relatif lancar dengan adanya satu infrastruktur trans Jawa, itu sangat membantu sekali, saya mengecek dan Panglima TNI sampai dengan ke Jawa Timur, relatif bagus. Kemacetan sedikit mungkin ada di pintu jalan tol, terutama yang keluar mau ke Cirebon ya, karena mau keluar ke daerah selatan," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (5/6).

"Kemudian di daerah Semarang, karena juga mau pecah di daerah jalan nasional pulang kampung, di situ kita lihat," tambahnya.

Menurutnya, sistem satu arah yang diterapkan di jalur Jawa ini bisa dibilang menjadi terpanjang. Karena dilakukan one way hingga Semarang, Jawa Tengah.

"Ini juga sangat membantu, kemudian rekayasa lalu lintas yaitu begitu terjadi kepadatan dilakukan contraflow sebagian jalan dipakai untuk arus menuju Jawa. Kemudian dilakukan juga ketika kepadatan meningkat, dilakukan one way. Bahkan one way terpanjang sampai dengan ke Semarang, namanya gerbang tol Kalikangkung itu 400 KM," ujarnya.

Dengan begitu, masyarakat pun bisa menempuh jarak dari Jakarta menuju Semarang dibatas waktu yang sangat maksimal sekali. Dan berbeda dari tahun sebelumnya.

"Jadi, lancar tidak heran ada masyarakat yang menyampaikan bisa tembus dari Jakarta ke Semarang empat setengah jam ada yang 5 jam ini sekira luar biasa dibanding sebelumnya bisa sampai 10 jam kadang-kadang lewat Pantura," ujarnya.

Pantura sendiri relatif lancar, yang menuju Jawa maupun Jawa ke Jakarta. Mekanisme di gerbang tol juga bagus dengan adanya sistem jemput bola namanya card reader dari Jasa Marga," sambungnya. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Mudik
  3. Arus Mudik
  4. Mudik 2019
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini