Ada Jokowi & Mahfud MD di balik bebasnya pemuda jadi tersangka bunuh begal

Rabu, 15 Agustus 2018 18:20 Reporter : Tim Merdeka
Ada Jokowi & Mahfud MD di balik bebasnya pemuda jadi tersangka bunuh begal Santri tewaskan begal di Bekasi. ©Liputan6.com/Nanda Perdana Putra

Merdeka.com - Masih ingat kasus Muhamad Irfan Bahri? Pemuda yang sempat jadi tersangka karena membunuh begal yang coba merampoknya di Bekasi. Ternyata dia dibebaskan dan akhirnya diberi penghargaan oleh polisi gara-gara laporan Mahfud MD pada Presiden Jokowi.

Mahfud bersama Pakar Pencucian Uang Yenti Garnasih menghadap Jokowi. Keduanya melaporkan kasus pembegalan di Bekasi. Korban yang membela diri terpaksa membunuh pelaku. Tetapi dijadikan tersangka oleh polisi. Menurut Mahfud keputusan itu keliru. Menurut hukum pidana ada alasan pembenaran karena membela diri.

"'Maaf saya peristiwa gini tidak baca, kalau saya dengar langsung saya tangani, saya catat, saya selesaikan'," begitu jawaban Jokowi ditirukan Mahfud.

Keesokan harinya, lanjut Mahfud, anak itu dibebaskan dan diberi penghargaan oleh polisi. "Responsif terhadap itu (Jokowi)," tuturnya.

"Enggak ada sejarahnya tersangka di SP3 gitu aja, biasa diusir suruh pulang dah selesai. Ini diberi penghargaan karena saya dan Bu Yenti menghadap Presiden."

"Ribuan orang setiap hari dianiaya oleh aparat, ini harus diselesaikan. Personal oke Pak Jokowi," tambahnya.

31 Mei 2018 lalu, Polisi memberikan penghargaan kepada Muhamad Irfan Bahri. Penghargaan itu diberikan setelah aksi pemuda berusia 19 tahun yang membunuh perampok saat coba merampas telepon genggamnya saat tengah menikmati pemandangan Kota Bekasi dari Flyover Summarecon bersama sepupunya Ach Rofiki.

Saat itu keduanya ditodong oleh Aric Saifuloh (17) dan IY, menggunakan celurit. Ach Rofiki yang pasrah lantas memberikan gawainya sesuai permintaan pelaku. Sementara Irfan memilih melawan setelah lebih dulu mendapat sabetan celurit.

Duel itu pun dimenangkan Irfan. Bahkan pelaku Aric Saifuloh tewas. Sedangkan IY, kritis. Sejumlah luka juga didapat Irfan akibat duel dengan kedua pelaku. Perlawanan itu diberikan karena Irfan ingin membela diri.

Irfan semula khawatir kasusnya itu berujung pada ketidakadilan. Dia pasrah menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian. Setelah awalnya polisi menyebut Irfan menjadi tersangka. Namun belakangan Kapolres Bekasi Kombes Indarto mengklarifikasi ucapan anak buahnya dan menyatakan Irfan masih menjadi saksi. [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini