Ada 24 luka tembak, Amokrane disebut tewas karena sayatan di leher

Rabu, 4 Mei 2016 15:32 Reporter : Gede Nadi Jaya
Ada 24 luka tembak, Amokrane disebut tewas karena sayatan di leher Amokrane Sabet. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Amokrane Sabet (49), bule asal Perancis tukang bikin onar di Bali, tewas setelah dikepung polisi. Dia juga diberondong tembakan oleh polisi. Namun, hasil autopsi polisi menyebut kematian Amokrane justru akibat luka sayatan di leher.

Pernyataan itu diungkapkan Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto. Itu diketahui setelah tim ‎Instalasi Forensik RSUP Sanglah, ‎dr. Dudut Rustyadi dan dr. IB Alit ‎bersama Polda Bali, melakukan autopsi.

"Dari hasil autopsi yang dilakukan tim dokter, dipastikan bahwa Amok meninggal bukan karena timah panas. Luka sabetan benda tajam di lehernya yang menyebabkan putusnya pipa udara dan darah masuk ke paru-paru," kata Sugeng, di Mapolda Bali, Rabu (4/5).

Sugeng menjelaskan, autopsi dilakukan pada Selasa (3/5) semalam, sekira pukul 20.30 WITA hingga dan 23.30 WITA. Hasil autopsi juga terungkap pada tubuh Amokrane ditemukan 24 luka tembakan peluru karet dan timah panas.

"Selain ditemukan beberapa luka sabetan benda tajam, pada tubuh jenazah juga ditemukan luka tembakan baik dari peluru karet maupun peluru tajam. Meski demikian, tim kedokteran tetap berkesimpulan bahwa kematian Amok lebih disebabkan oleh luka sabetan benda tajam pada bagian leher," ujarnya. Meski demikian, Sugeng enggan menjelaskan dari mana asal sabetan benda tajam pada leher Amokrane. Apakah itu dilakukan sendiri atau anggota polisi.

Secara terpisah, Kepala Bagian Instalasi Forensik RSUP Sanglah, dr Ida Bagus Putu Alit, juga membenarkan bahwa penyebab kematian bekas atlet MMA itu lebih disebabkan luka sabetan benda tajam di bagian leher.

"Kami memang menemukan ada luka tembakan yang tersebar dibeberapa tubuh korban, tetapi itu tidak ada yang jadi penyebab kematian. Selain itu, pada tubuh jenazah juga ditemukan dua luka sabetan yakni pada bagian leher dan ketiak sebelah kiri yang panjangnya hingga sampai ke punggung. Luka sabetan fatal terdapat pada bagian leher yang menyebabkan korban meninggal dunia," terang Ida. [ang]

Topik berita Terkait:
  1. Amokrane Bule Onar
  2. Bali
  3. Denpasar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini