Abu Granat, Napi Teroris di Lhokseumawe Kabur Usai Kelabui Petugas

Sabtu, 2 Februari 2019 10:01 Reporter : Afif
Abu Granat, Napi Teroris di Lhokseumawe Kabur Usai Kelabui Petugas Tahanan Kabur. shutterstock

Merdeka.com - Irawan (41) alias Abu Granat kabur dari Lapas Kelas II A Lhokseumawe setelah mengelabui petugas dengan alasan hendak menjenguk mertuanya sakit di Kabupaten Bireuen, Kamis (31/1) sekira pukul 20.00.

Narapidana Terorisme dikabarkan keluar dari Lapas atas izin Kalapas dengan jaminan seorang anggota tentara. Kemudian dikawal oleh dua petugas sipir menuju ke rumah mertuanya di Desa Cot, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

Namun, sebelum sampai ke rumah mertuanya, Abu Granat mengeluhkan sakit perut. Lalu rombongan berhenti di salah satu masjid di Kecamatan Jeumpa, Bireuen dan Abu Granat bergegas masuk toilet.

Setelah ditunggu hampir 15 menit, Abu Granat tak keluar-keluar dari toilet. Setelah diperiksa, ternyata narapidana teroris itu tak lagi berada dalam kamar mandi. Petugas yang mengawal langsung melaporkan Abu Granat kabur.

"Benar, dia tidak kunjung keluar dari kamar mandi. Saat dilakukan pengecekan ke dalam ternyata telah melarikan diri," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe, Iptu Riski Andrian," Sabtu (2/2).

Katanya, petugas yang mengawal sempat mencari di sekitar masjid itu, namun tidak ditemukan. Lalu petugas melaporkan kejadian ini ke Kalapas, bahwa Abu Granat melarikan diri.

Dia menjalani 4 tahun penjara dan mendekam sejak 2017. Abu Granat merupakan kasus teror bom Vihara Buddha Tirta, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, pada 6 November 2016 silam.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Komisaris Besar Polisi Ery Apriyono, mengatakan pihaknya saat ini membackup proses pencarian dan melakukan penangkapan terhadap napi teroris tersebut.

"Polda melakukan back up," ujarnya singkat. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini